Sering Haus dan Sering Buang Air Kecil? Gejala Diabetes

perubahan kencing dan bab
demam, tenggorokan sakit, dan pusing kepala?

Banyak orang mungkin menganggap sering buang air kecil dan sering haus adalah hal yang wajar terjadi. Tapi, sering kencing dan haus ini bisa menjadi kondisi serius bila terjadi terus-menerus.

Sering buang air kecil adalah hal yang wajar bila Anda sedang terlalu banyak minum. Begitu pula, sering haus juga hal yang wajar ketika Anda sedang mengonsumsi makanan pedas, olahraga, cuaca panas dan kurang minum.

Bila sering kencing dan sering haus terjadi bukan karena semua faktor itu. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh masalah kesehatan, seperti diabetes hingga dehidrasi.

Penyebab Sering Buang Air Kecil dan Sering Minum

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang sering buang air kecil atau sering kencing dan sering haus, mulai dari kondisi yang paling ringan sampai serius.

Tapi sebelumnya, Anda harus tahu bahwa normalnya frekuensi buang air kecil adalah 4-8 kali sehari. Frekuensi buang air kecil ini akan meningkat bila Anda terlalu banyak minum, minum mendekati waktu tidur, dan konsumsi minuman berkafein.

Jika Anda sering buang air kecil tapi bukan karena faktor tersebut, ada beberapa masalah kesehatan yang harus diwaspadai sebagai penyebabnya.

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

kandung kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyebab sering buang air kecil yang paling umum. Karena, bakteri yang menyerang saluran kemih menyebabkan peradangan yang mengganggu kemampuan kandung kemih menahan kencing. Umumnya, penderita ISK juga akan mengalami gejala lain, seperti demam dan nyeri perut bagian bawah atau pinggang.

2. Infeksi ginjal

gagal ginjal

Infeksi ginjal biasanya terjadi akibat infeksi kandung kemih. Gejala kondisi ini biasanya muncul 2 hari setelah infeksi, yang meliputi sering buang air kecil, demam, nyeri punggung, sensasi terbakar atau nyeri ketika buang air kecil.

3. Batu ginjal

Batu ginjal juga termasuk salah satu penyebab sering buang air kecil, yang biasanya disertai mual dan muntah, sakit perut bagian bawah, darah dalam urine dan urine berwarna keruh.

4. Kandung kemih terlalu aktif

Kandung kemih yang terlalu aktif bisa membuat Anda sering buang kecil. Kondisi ini terjadi akibat kandung kemih berkontraksi berlebihan, meskipun belum penuh dengan urine.

Kondisi ini biasanya juga menimbulkan gejala keinginan berkemih yang sulit ditunda dan terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

5. Kehamilan

Selama trimester pertama kehamilan, wanita biasanya lebih sering buang air kecil karena perkembangan uterus bisa menekan kandung kemih. Karena itu, ibu hamil biasanya disarankan melakukan senam Kegel secara rutin.

Baca juga Lingkungan dan Rumah Kumuh – Penyebab TBC & Cara Mengatasi

6. Diabetes

Anda juga harus berhati-hati sering buang air kecil bisa menjadi tanda awal diabetes. Kondisi ini terjadi akibat tubuh berusaha mengeluarkan glukosa yang tidak terpakai di darah melalui urine.

7. Gangguan prostat

Gangguan prostat, seperti pembesaran prostat bisa menekan uretra atau saluran kemih sehingga menyebabkan dinding kandung kemih lebih sensitif. Karena itu, kandung kemih mudah berkontraksi meskipun urine masih sedikit sehingga Anda akan lebih sering buang air kecil.

8. Divertikulitis

Divertikulitis adalah infeksi yang terjadi pada divertikula, yakni kantung yang terbentuk di saluran dinding usu besar. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri pada perut bagian kiri bawah, sering buang air kecil, perdarahan di anus dan diare.

9. Obat-obatan diuretik

Konsumsi obat-obatan diuretik juga bisa membuat Anda lebih sering buang air kecil, karena memang obat ini bertujuan membuang cairan berlebih di dalam tubuh. Obat ini biasanya dikonsumsi untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau penumpukan cairan tubuh.

10. Dehidrasi

Dehidrasi bisa membuat Anda sering haus, karena tubuh tidak mendapatkan cukup cairan untuk berfungsi dengan baik. Selain sering haus, dehidrasi juga bisa menimbulkan gejala berupa urine berwarna gelap, intensitas buang air kecil kurang, mulut kering, lelah, sakit kepala, pusing dan kulit kering.

11. Xerostomia

Mulut kering atau xerostomia merupakan kondisi yang membuat seseorang sering haus. Xerostomia ini terjadi akibat kelenjar di mulut menghasilkan lebih sedikit air liur.

Orang bisa mengalami kondisi ini akibat obat-obatan yang dikonsumsi, perawatan medis untuk kanker, sindrom Sjogren, kerusakan saraf di kepala dan leher atau merokok.

12. Anemia

Anemia adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat. Beberapa orang mungkin telah terlahir dengan anemia, tetapi ada pula yang menderitanya seiring waktu.

Anemia parah biasanya membuat seseorang sering haus. Gejala ini juga biasanya disertai pusing, kelelahan, kulit pucat dan kekuningan, berkeringat dan denyut nadi cepat.

13. Ketoasidosis diabetik

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes yang mematikan akibat tubuh kekurangan insulin. Akibatnya, glukosa dalam darah tidak digunakan dan tubuh memecah lemak sebagai bahan bakar.

Gejala awal ketoasidosis diabetik adalah sering haus dan buang air kecil. Bila Anda mengalami gejala ini, Anda harus melakukan tes kadar gula darah.

14. Diabetes insipidus

Diabetes insipidu tidak terkait dengan diabetes. Kondisi ini terjadi akibat tubuh tidak menghasilkan hormon yang membantu ginjal mengontrol jumlah air dalam tubuh.

Salah satu gejala diabetes insipidus adalah sering haus. Karena itu, penderita juga biasanya mengalami dehidrasi dan sering kencing.

promo gcare

Cara Mengatasi Sering Kencing dan Sering Haus

Sering kencing dan haus bisa membuat Anda tidak nyaman beraktivitas sehari-hari. Karena itu, dokter biasanya melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Karena, cara mengatasi sering kencing dan sering haus yang efektif serta tepat adalah mengatasi penyebab utamanya.

Bila Anda sering kencing, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, seperti:

Senam kegel

Senam kegel bisa membantu menguatkan otot di sekitar kandung kemih dan uretra guna mengurangi rasa ingin buang air kecil. Karena, senam kegel ini fokus pada otot panggul. Anda bisa melakukannya selama 5 menit sebanyak 3 kali sehari.

Melatih kandung kemih

Melatih kandung kemih dengan mengendalikan waktu buang air kecil bisa membantu mengurangi kebiasaan sering kencing. Anda bisa melatih kandung kemih dengan menahan kencing lebih lama selama sekitar 12 minggu.

Mengatur pola makan

Pola makan dan minum yang benar juga membantu mengatasi sering kencing. Salah satu, Anda harus menghindari makanan dan minuman yang bersifat diuretik. Contohnya, makanan atau minuman berkafein, pemanis buatan dan makanan pedas.

Konsumsi buah dan sayur

asam lambung naik

Perbanyak konsumsi buah dan sayur adalah cara mengatasi kondisi sering haus. Karena, sebagian besar buah dan sayur memiliki kandungan air yang tinggi.

Jadi, makan buah dan sayur salah satu cara mengatasi rasa haus berlebihan, selain minum air putih. Anda bisa mengonsumsi timun, semangka, jeruk, belimbing, tomat, bayam, kiwi, anggur, nanas dan lainnya.

Kurangi garam dan rempah-rempah

Banyak orang tidak tahu konsumsi makanan asin dan pedas bisa membuat Anda merasa sering haus. Karena, hipotalamus yang berfungsi mengendalikan rasa haus akan mendeteksi tingginya kadar natrium dalam darah.

Kondisi inilah yang akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang membebani jantung. Bila Anda sering haus tanpa penyebab jelas, cobalah kurangi asupan garam dan rempah-rempah.

Minum air putih

minum air putih

Minum air sebanyak 2 liter per hari adalah cara paling umum ketika sering haus. Sayangnya, banyak orang lebih memilih konsumsi minuman manis untuk memenuhi asupan cairan dalam tubuh. Padahal minum air putih sangat penting untuk membantu mengatasi rasa haus dan memberikan manfaat kesehatan.

Makan permen karet

Anda harus tahu bahwa cairan dalam mulut itu sangat mudah menguap. Karena itu, tubuh akan memberi sinyal sering haus agar minum cukup air, sehingga kondisi mulut lebih lembab.

Salah satu cara mengatasi sering haus adalah mengunyah permen karet. Cara ini akan membantu meningkatkan produksi saliva dan menjaga kelembaban mulut.

Kapan Anda Harus ke Dokter?

Sebelum anda ke dokter untuk berobat dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit, lebih baik konsultasi dengan tim ADHS kami yang akan mendengarkan keluh dan saran kedepannya anda harus bagaimana. Tentunya GRATIS!

Bila Anda masih sering kencing dan haus setelah melakukan beberapa langkah di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Apalagi, sering buang air kecil dan sering haus ini disertai dengan gejala lainnya.

  1. Tenggorokan kering dan perubahan suhu tubuh ketika sering haus
  2. Penglihatan kabur dan rasa lapar berlebihan
  3. Sering buang air kecil tiap 1 jam sekali
  4. Tubuh terasa lemah
  5. Munculnya darah dalam urine
  6. Urine berwarna coklat tua atau merah
  7. Nyeri saat buang air kecil
  8. Nyeri pada area selangkangan dan perut bagian bawah
  9. Kehilangan kontrol kandung kemih
  10. Demam

Jangan menunda untuk konsultasi dengan dokter guna menghindari komplikasi serius akibat sering kencing dan sering haus yang tidak diinginkan.

Baca artikel lainnya :

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.