Mengenal 8 Jenis Gangguan Pernafasan pada Manusia

gangguan pernafasan

Last Updated on Mei 9, 2022 by Autoimuncare

Pernah merasa mengalami gangguan pernafasan? Gangguan pada saluran pernapasan akan menyebabkan masalah pada udara yang dihirup oleh tubuh. Gangguan jenis ini ternyata memiliki jenis yang beragam, dan masing-masing memiliki gejala yang khas. Siapa saja bahkan memiliki potensi untuk mengalaminya. 

Terutama jika sering terpapar dengan lingkungan yang kualitas udaranya kurang bagus. Maka resiko mengalami gangguan di saluran pernapasan akan semakin tinggi. Lalu, bagaimana solusinya? Simak informasinya di bawah ini. 

Mengenal Jenis Gangguan Pernafasan pada Manusia

flek paru-paru
Sumber: freepik

Sistem pernapasan yang juga disebut dengan istilah respiratori, tak hanya berfungsi mengambil dan mengeluarkan udara melalui hidung. Melainkan dalam saluran pernafasan juga berfungsi dalam melembabkan udara, menyaring, menghangatkan udara, dan lain sebagainya agar lebih mudah diolah oleh saluran pernafasan dan kemudian diedarkan hasilnya ke seluruh tubuh. Yakni dalam bentuk oksigen. 

Hanya saja, karena satu dan lain hal gangguan pernafasan tidak dapat dihindari. Misalnya saja terlalu sering menghirup udara yang kotor karena bekerja di lingkungan tersebut. Perlahan, saluran pernapasan akan mengalami gangguan dan jika tidak ditangani dan masih ada kontak dengan faktor penyebab, Maka gangguan yang dialami tidak akan membaik. 

Secara umum, gangguan pernafasan memiliki banyak jenis. Beberapa diantaranya terbilang paling sering dialami oleh manusia, berikut beberapa jenisnya: 

1. Flu 

flek paru-paru
Sumber: freepik

Flu disebabkan oleh virus influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus penyebab gangguan respirasi ini dapat menyebar melalui udara, benda yang telah terkontaminasi, maupun kontak fisik dengan penderita flu. Flu yang disebabkan oleh virus kemudian bisa dengan mudah menular. 

Sehingga seseorang bisa terkena flu karena memang kontak langsung dengan virus penyebabnya. Bisa juga karena melakukan kontak atau komunikasi dengan orang lain yang sedang menderita flu. Flu sendiri merupakan jenis gangguan pernafasan yang paling ringan, dan tidak membutuhkan penanganan khusus bisa sembuh dengan sendirinya. 

Meskipun begitu, flu tetap bisa dihindari yakni dengan memperhatikan sanitasi. Misalnya rajin mencuci tangan dengan sabun, tidak sering menyentuh wajah, dan juga membiasakan diri untuk menghindari keramaian. 

2. Asma 

asma

Asma merupakan gangguan respirasi yang ditandai dengan peradangan pada saluran pernapasan. Keluhan ini membuat saluran napas mengalami penyempitan. Penyebabnya bisa karena alergi, paparan asap, polusi, hingga udara dingin. Orang dengan riwayat asma biasanya akan mengalami asma saat kontak dengan faktor penyebabnya. 

Gejala khas yang umumnya dialami penderita asma adalah mengi, sesak napas, dada terasa sesak, dan batuk. Pasien perlu rutin menjalani pengobatan dan menerapkan gaya hidup yang sehat. Sehingga meskipun memiliki riwayat asma, masih bisa menjalani kehidupan yang berkualitas karena serangan bisa diminimalkan. 

3. Laringitis

Jenis gangguan pernafasan berikutnya adalah laringitis. Laringitis merupakan peradangan yang terjadi pada laring atau pita suara. Keluhan ini umumnya disebabkan oleh penggunaan laring yang berlebihan, iritasi, atau infeksi. Pasien perlu menjalani sejumlah pemeriksaan dan mengikuti semua anjuran dokter. 

Gejala yang ditunjukkan laringitis biasanya berupa sakit tenggorokan, batuk, demam, suara serak, hingga kehilangan suara. Secara umum, gangguan jenis ini sering dialami oleh mereka yang punya profesi maupun hobi menyanyi. Namun, bisa juga dialami oleh siapa saja yang kebetulan memang menggunakan laring secara berlebihan. 

4. Faringitis 

Jenis berikutnya adalah faringitis. Faringitis sendiri adalah adalah peradangan pada tenggorokan atau faring. Keluhan ini disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Faringitis dapat ditangani berdasarkan penyebabnya. Misalnya, faringitis yang disebabkan oleh bakteri dapat diobati menggunakan antibiotik.

Jika gejala dialami maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter, untuk mengetahui apa penyebabnya. Jika penyebab sudah diketahui, maka dokter akan lebih mudah dalam menentukan obat yang akan diresepkan. Gangguan pernafasan satu ini kemudian bisa lebih cepat untuk sembuh. 

5. Bronkitis 

Bronkitis terjadi ketika saluran yang membawa udara ke paru-paru atau bronkus mengalami peradangan. Akibatnya, gangguan respirasi ini menyebabkan penderitanya batuk berdahak. Selain batuk berdahak, gejala yang menyertai penyakit bronkitis ini adalah dada sesak, dahak berwarna kuning atau hijau, hingga demam.

Secara umum, batuk berdahak yang dialami akan bertahan cukup lama. Namun, jika sudah mengetahui gejalanya, misalnya dari segi warna dahak maka bisa segera memeriksakan diri ke dokter. Supaya bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat dan diresepkan obat yang tepat. 

Batuk terus menerus sudah tentu akan memunculkan rasa tidak nyaman dan bisa mengganggu jalannya aktivitas. Maka semakin cepat diatasi akan semakin baik, agar bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Batuk berdahak pun bisa segera berhenti. 

6. Emfisema 

Jenis gangguan pernafasan berikutnya adalah emfisema. Emfisema adalah penyakit kronis atau jangka panjang akibat kerusakan pada alveolus, yaitu kantong udara kecil pada paru-paru. Gangguan respirasi ini lebih sering dialami oleh perokok aktif, sebab asupan nikotin bisa menyebabkan sejumlah kerusakan di saluran pernafasan. 

Termasuk di alveolus, yang merupakan bagian penting di dalam organ paru-paru. Resiko serupa juga bisa dialami oleh perokok pasif, dan bahkan resiko yang dimiliki jauh lebih tinggi dibanding perokok aktif. Oleh sebab itu perlu menjaga diri dari paparan asap rokok untuk meminimalkan resikonya. 

Penderita emfisema dapat mengalami gejala batuk kronis dan sesak napas, bahkan saat berolahraga ringan atau menaiki tangga. Jika gejala seperti ini dialami maka segera temui dokter, nantinya akan diperiksa lebih teliti dan diresepkan obat yang tepat. Sekaligus diberi beberapa tindakan medis yang sekiranya diperlukan. 

7. Pneumonia 

Gangguan pernafasan selanjutnya adalah pneumonia. Pneumonia adalah gangguan respirasi pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Pneumonia juga bisa disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. 

Gejala pneumonia cukup bervariasi. Namun, pneumonia umumnya ditandai dengan gejala, seperti batuk, demam, sesak napas, dan menggigil. Jika gejala seperti ini dialami maka bisa segera bertemu dengan dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih detail. 

Pneumonia yang segera ditangani umumnya akan lebih cepat sembuh dan terhindar dari komplikasi. Apapun penyebab dari pneumonia tersebut, jadi jangan malas untuk berobat. Sebab semakin sering ditunda maa pneumonia yang dialami akan semakin parah dan bisa mencetuskan komplikasi. 

8. Kanker Paru-Paru 

Kanker paru-paru juga termasuk ke dalam gangguan pernafasan. Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker paling berbahaya dengan angka kematian yang tinggi. Baik perokok aktif maupun pasif berisiko tinggi terkena kanker paru-paru. Sehingga perlu membatasi kontak dengan rokok dan asapnya. 

Oleh karena itu, untuk mencegah kanker paru-paru, Anda disarankan agar berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok. Inilah alasan kenapa banyak sekali perokok yang berakhir menjadi pasien kanker paru-paru. Selain itu, bagi perokok pasif yang tinggal atau bekerja di lingkungan yang dekat dengan para perokok. 

Cenderung memiliki resiko tinggi menjadi pasien kanker paru-paru. Jadi, penting untuk menjauhi asap rokok. Sebab dampak yang ditimbulkan memang sangat besar dan bisa mengancam nyawa. 

Editor: Hidayat

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.