Jenis Penyakit Asma Yang Sering Menyerang Anak-Anak

Last Updated on November 5, 2021 by autoimuncare

Jenis Penyakit Asma Yang Sering Menyerang Anak-Anak Penyakit asma sering kita temui terhadap orang yang berada di sekitar kita. Misalnya teman, saudara dan orang lain yang mungkin anda kenal. Penyakit ini sangat menyiksa penderitanya karena si penderita kesulitan untuk bernafas secara normal. Bagi yang baru melihat orang yang sedang kambuh penyakit asmanya, mungkin akan kebingungan cara mengatasinya. Maka dari itu perlu dipelajari lebih lajut tentang penyakit asma agar kita memiliki pengatahuan lebih jauh tentang penyakit ini.  

Penderita penyakit asma biasanya memiliki saluran pernafasan yang sangat sensifit terhadap sesuatu. Asma dapat terpicu misalnya terhadap udara dingin, debu, bulu binatang dan lain-lain yang mengakibatkan saluran nafas yang sensitif menjadi menyempit dan menyebabkan jalan keluar masuknya udara menjadi kurang lega. Penyakit ini bersifat sementara dan bisa menyerang siapa saja baik itu orang dewasa maupun anak-anak.

Beberapa faktor yang mempengaruhi anak mudah terserang penyakit asma.

Jenis kelamin

Jika dilihat dan diamati penyakit asma lebih tinggi di derita oleh anak laki-laki dibanding anak perempuan. 

Lingkungan

Beberapa penderita asma yang disebabkan oleh alergi yang dapat meningkatkan resiko anak menderita asma, antara lain: serpihan atau virus dari bulu binatang peliharaan, tungau debu rumah, jamur/bakteri dan serangga. 

Ras

Prevalensi asma dan kejadian dari serangan asma lebih banyak atau lebih tinggi terjadi pada mereka yang memiliki ras kulit hitam dibanding yang memiliki kulit putih. 

Asap rokok

Asma juga bisa terjadi pada mereka yang dikatakan seorang perokok. Karena resiko terserang asma lebih besar dan lebih tinggi pada seorang perokok dibanding dengan mereka yang tidak merokok. 

Polusi udara

Polusi udara seperti molekul atau partikel-partikel halus yakni debu di jalan raya, nitrat dioksida, karbon monoksida, atau SO2, diduga berperan meningkatkan gejala asma, namun belum didapatkan bukti yang disepakati. 

Infeksi saluran pernafasan

Infeksi RSV (respiratory syncytial virus) atau yang dikenal ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan) yang merupakan faktor resiko utama yang menyebabkan timbulnya penyakit asma yang umumnya terjadi pada anak usia 6 tahun. Sedangkan infeksi virus berulang yang tidak menyebabkan infeksi saluran pernafasan bawah dapat memberikan perlindungan pada anak terhadap asma. 

Usia

Jika diamati dari faktor usia penyakit asma timbul kali pertama pada awal usia seseorang yakni pada tahun-tahun pertama awal kehidupan sekitar 0-17 tahun. Namun penyakit asma baru akan terdeteksi atau diketahui bila melalui pemeriksaan lebih lanjut pada dokter sekitar usia 4-8 tahun. 

Disebabkan adanya alergi

Di Inggris dilaporkan bahwa anak usia 16 tahun yang memiliki riwayat asama atau mengi (bengek) akan mengalami serangan mengi (suara bengek) yang dapat terjadid 2x lipat lebig besar ditambah apabila anak pernah mengalami hay fever, rinitis alergi, atau eksema. Beberapa laporan lainnya juga membuktikan bahwa sensitifitasi dari alergi yang diakibatkan oleh alergen inhalan, susu, telur atau kacang pada tahun pertama kehidupan dapat menjadi indikator penyebab timbulnya penyakit asma. Apabila anak sudah terkena penyakit asma, akan ada beberapa tanda-tanda atau gejala yang biasanya muncul pada diri anak tersebut 

Baca juga : PANTANGAN YANG HARUS DIJAUHI PENDERITA PARU PARU BASAH

 

Berikut ini adalah gejala-gejala penyakit asma yang umumnya dialami:

Mengi atau muncul bunyi saat bernapas.

Saat beraktivitas, anak tampak kurang bertenaga, mudah lemas, dan sering batuk.

Tarikan napas yang pendek dan cepat.

Retraksi atau dada bergerak naik turun ketika bernapas.

Batuk yang bersifat menetap/tidak kunjung sembuh.

Kesulitan bernapas. Jika anak Anda masih bayi, Anda dapat mendeteksi kesulitan bernapas si kecil saat menyusui atau memberinya makan.

Si kecil sering merasakan sesak di dada.

Bronkitis yang terjadi berulang kali dapat menjadi pertanda asma pada balita.

Pada beberapa anak dan situasi tertentu, gejala bisa menjadi makin parah, ditandai dengan hal-hal berikut ini: 

  • Anak terlihat tersengal-sengal saat menarik napas.
  • Perut mengempis ke bawah tulang rusuk karena sulitnya menarik napas.
  • Napas yang terengah-engah dan cepat membuat anak bicara dengan terbata-bata.
  • Alat bantu pernapasan tidak mampu membantu meredakan kesulitan bernapas.

Jika ini terjadi, segera bawa anak Anda ke rumah sakit. 

 

Bagaimana Menangani Asma pada Anak?

Asma dapat dikendalikan, tapi tidak dapat disembuhkan. Tujuan pengobatan asma pada anak-anak adalah agar anak tetap dapat hidup baik dan normal, meminimalisasi gejala dan kunjungan ke dokter, serta menemukan metode pengobatan yang tepat untuknya. Dalam mendampingi anak yang mengidap asma, orang tua perlu melakukan beberapa hal berikut ini: 

  • Mengetahui efek samping masing-masing obat, sehingga anak tidak diberikan obat melebihi dosis.
  • Mengetahui seberapa baik paru-paru anak bekerja dengan alat tes peak flow meter.
  • Mengetahui gejala-gejala kondisi darurat terjadi dan kapan harus segera mengantar anak ke rumah sakit.
  • Kenali dan catat gejala yang dialami anak-anak. Ketahui juga seberapa buruk gejala asma memengaruhi aktivitas keseharian mereka.
  • Mendeteksi seberapa sering serangan asma kambuh.
  • Kenali faktor pemicu yang dapat menyebabkan gejala memburuk seperti: hawa dingin, bulu binatang, olahraga, asap rokok.
  • Ketahui apa yang perlu dilakukan ketika serangan asma terjadi.
  • Pahami berbagai macam jenis pengobatan asma dan cara kerja masing-masing obat.
  • Dengan bantuan dokter, menentukan pengobatan yang tepat untuk menangani asma anak.
  • Apakah pengobatan sudah berhasil menangani gejala yang timbul dan mengurangi frekuensi serangan asma.

 

PT. Autoimun Care Indonesia memberikan fasilitas konsultasi gratis untuk Anda yang memiliki keluhan Penyakit Asma dan masalah mengenai Penyakit Paru-Paru.

Yuk cek kondisi kalian ke Konsultan Kesehatan kami!

Gratis Konsultasi Seumur Hidup!
WA 0822 1122 6676
Klik tombol dibawah ini untuk memulai Chat!

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.