Ekstrak Etanol Dapat Mengatasi Asma & Mengurangi Kekentalan Dahak

Ekstrak etanol merupakan sumber dari beberapa tanaman. Mulai dari sirih merah, daun mint hingga pada temelekan(latana camara linn). Lalu apakah estrak etanol dapat mengatasi asma?

Banyak obat-obat batuk dan asma jika dilihat dari daftar komposisi menggunakan ekstrak etanol. Maka dari itu ekstrak etanol terbukti dapat mengatasi asama dan mengurangi kekentalan dahak

Ekstrak etanol adalah senyawa golongan flavonoid, saponin dan terpenoid. Bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas mukolitik dan ekstrak yang mampu mengencerkan dahak, sehingga dahak mudah untuk dikeluarkan dari tenggorokan.

Lalu bagaimana cara kerja ekstrak etanol? Barangkali ada diantara Anda yang penasaran, bagaimana sih cara kerja ekstrak ini? Kok bisa ekstrak etanol bisa ekstrak etanol dapat mengatasi asma & mengurangi kekentalan dahak.

ISK

Simak cara kerja ektrak etanol dalam mengatasi asma hingga mengurahi kekentalan dahagak secara detail dibawah ini:

Bagaimana Cara Kerja Ekstrak Etanol

Etanol adalah senyawa kimia yang paling sering digunakan sebagai pelarut dalam obat-obatan. Maka tidak heran jika senyawa ini pun dimanfaatkan untuk membuat obat batuk dan flu. Senyawa etanol yang bersifat melarutkan inilah yang efektif digunakan untuk melebur dahak yang mengental, sehingga dahak mudah keluar dari tenggorokan.

Baca juga : Tanda HIV Pada Pria, Salah Satunya Penyakit Kelamin

Bagaimana cara etanol digunakan? Etanol tidak sebagai pelarut zat organik saja, tetapi juga sebagai pelarut anorganik. Bahkan, etanol tidak hanya untuk bahan obat-obatan, tetapi juga untuk campuran minuman juga. Dalam ilmu kimia, etanol disebut dengan etil, atau familiar kita dengar dengan alkohol (C2H5OH). Nah, kandungan etanol di sini bersifat haram bagi muslim. Namun lain lagi jika senyawa etanol yang diambil dari ekstrak tanaman/bunga/herbal.

Di dunia industri, ada dua cara bagaimana etanol dibuat, yaitu secara non fermentasi (sintetik) dan secara fermentasi. Jadi yang dimaksud dengan sintetik adalah terjadinya proses pembuatan alkohol tanpa menggunakan jasad renik atau enzim. Sebaliknya, pembuatan etanol dengan cara fermentasi dilakukan dengan melalui proses metabolisme, yang akan melahirkan perubahan kimia dalam substrat karena terjadi aktivitas enzim dari mikroba.

Etanol yang difermentasi menggunakan mikroba (mengandung karbohidrat yang dibantu oleh enzim zimase) hasilnya disebut dengan bioetanol.Adapun langkah pembuatan bioetanol, yaitu dengan mengubah polisakarida menjadi gula sederhana, fermentasi dan destilasi (proses pemurnian etanol). Bioetanol itu sendiri dapat diproduksi menjadi bahan baku dan dikelompokkan menjadi tiga bahan yang meliputi

  1. Bahan sukrosa, yang terdiri dari gula tebu, gula bit dan sorghum.
  2. Bahan berpati, yang terdiri dari jagung, kentang dan gandum
  3. Bahan berselulosa terdiri dari kayu, rumput dan kulit nanas.

Kenapa Penderita Asma & Batuk Berdahak Butuh Ekstrak Etanol? 

Jika muncul pertanyaan, kenapa penderita asma & batuk berdahak, jawabannya sebenarnya sudah disinggung sebelumnya. Bahwa etanol adalah senyawa pelarut yang mampu meluruhkan dahak di dalam tenggorokan, agar luruh dan mudah dikeluarkan. Sementara ekstrak etanol pada tanaman herbal juga bagus untuk terapi pada penyakit asma.

Ekstrak etanol juga terdapat dalam obat herbal contohya pada obat herbal respicare. Maka dari itu respicare dapat membantu mengobati batuk hingga asma. Untuk infomasi lebih detail bisa dilihat di obat herbal respicare.

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.