Gejala Awal Kanker Darah Yang Perlu Kamu Waspadai

Kanker darah adalah kanker yang mempengaruhi sel darah. Menurut bloodcencer UK setiap tahun 40.000 warga inggris didiagnosis menderita kanker darah.

Gejala kanker darah tidak seperti gejala kanker pada umumnya, tidak ada benjolan pada tubuh penderita. Karena gejala kanker darah tidak spesifik sehingga dapat dianggap penyakit lain. Sebelum ke gejala awal kanker darah, simak dahulu jenis kanker darah.

Jenis Kanker Darah

Kanker darah sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, yakni: 

1. Leukimia

ISK

Leukimia adalah jenis kanker darah di mana pembentukan sel darah merah berkurang, dan kebanyakan memproduksi sel darah putih dalam tubuh. Sel darah putih merupakan bagian dari sistem imun dalam tubuh dalam sumsum tulang. Jika sumsum tulang belakang ada gangguan atau masalah maka produksi sel darah putih berkurang sehingga bisa menyebabkan leukimia.

2. Limfoma

Limfoma adalah kanker darah yang bisa mengakibatkan pembengkakan di kelenjar getah bening. Penyebab terjadinya limfoma dari penyerangan sel kanker ke sel darah putih yang sebagai bagian dari sistem imun.

3. Myeloma

Adalah kanker di mana pembentukan plasma terhambat oleh sel-sel kanker.  Semuanya punya empat tahapan yang berbeda-beda dan berbeda pula gejalanya. Ketika masuk pada tahapan yang lebih serius dan parah, sel kanker akan mulai muncul pada kelenjar getah bening, tersebar di hati dan limpa, adanya penurunan trombosit yang sangat drastis di dalam darah. Pada akhirnya kematianlah yang menutupnya. 

Gejala myeloma juga cenderung   mirip dengan penyakit- penyakit lain, sehingga akan terjadi kesulitan mengindikasi terjadinya myeloma di dalam tubuh. Umumnya, gejala- gejala dari myeloma ini nampak seperti penyakit flu.  Oleh karena itu kita perlu mewaspadai terjadinya gejala- gejala umum penyakit ini dan mulai mencermati gejala- gejala yang terjadi tadi.  

Baca Juga: Obat Leukimia Alami

Gejala Awal Kanker Darah

Pada dasarnya, gejala- gejala yang ditimbulkan dari adanya kangker darah ini adalah sebagai berikut: 

1. Lemas atau terjadi kelelahan yang berkelanjutan

Gejala yang pertama yang menandai terjadinya gejala kangker darah adalah tubuh terasa lemas dan terjadi kelelahan yang berkelajutan. Darah merupakan komponen yang paling banyak terdapat di dalam tubuh. Oleh karena itu, ketika darah terjangkit penyakit kanker ini maka badan kita akan mengalami kelelahan yang luar biasa dan juga mengalami badan yang terasa lemas. 

3. Sering Demam

Gejala yang selanjutnya adalah penderita sering terjadi demam. Demam akan sering menyerang penderita kanker darah ini. Namun, demam ini hanyalah salah satu dari gejala kanker. Maka dari itu demam ini tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai seseorang terjangkit kanker  atau tidak. Selebihnya harus meihat gejala- gejala lainnya. 

3. Sering sakit kepala

Sakit kepala merupakan sebuah gejala yang umum terjadi pada suatu penyakit. Banyak penyakit yang ditandai dengan gejala sakit kepala ini. Salah satu penyakit yang ditandai dengan gejala sakit kepala adalah kanker darah. Salah satu gejala yang menandai kanker adalah seseorang seringkali mengalami sakit kepala, baik sebentar maupun berkelanjutan.

4. Nyeri yang terasa pada tulang ataupun pada persendian 

Gejala selanjutnya yang menandai adanya kanker tulang ini adalah terasanya nyeri pada bagian tulang maupun pada bagian persendian. Tulang yang berpotensi terserang rasa nyeri bisa saja di bagian mana saja.  Selain tulang, yang berpotensi terkena nyeri adalah di bagian persendian sehingga persendian kita akan sulit untuk digerakkan dan hal ini otomatis akan menghambat aktivitas yang akan dilakukan oleh kita. 

5. Sering muntah

Mengalami muntah- muntah adalah salah satu gejala terjadinya kanker . Muntah- muntah merupakan salah satu gejala keluarnya kembali sesuatu yang sudah ditelan dan berada di dalam lambung. Reaksi yang terjadi setelah mengalami muntah- muntah ini adalah badan menjadi lemas, dan terkadang kepala menjadi pusing.  

Cara Mengobati Kanker Darah dengan Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan bantuan obat-obatan untuk menyerang sel kanker. Pelaksanaan kemoterapi memiliki banyak ragam dan cara misalnya; melalui suntikan pada intravena atau pembuluh darah balik, serta suntikan langsung pada cairan cerebrospinal. Namun, perlu diketahui bahwa ternyata banyak pasien yang enggan melakukan terapi kemoterapi ini dengan alasan efek samping yang bisa sangat menyakitkan bagi pasien.

Pengobatan medis seperti ini juga dapat merusak sel-sel sehat, menyebabkan efek samping seperti; mual dan rambut rontok, serta membuat lebih rentan terkena infeksi. Namun, Itu semua tentunya tergantung dari pilihan tiap-tiap pasien apakah hendak memilih kemoterapi atau dengan obat kanker darah modern lain.

PT. Autoimun Care Indonesia memberikan fasilitas konsultasi gratis untuk Anda yang memiliki keluhan penyakit, masalah mengenai Leukimia dan Obat kanker.

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.