Manfaat Minyak Atsiri Untuk Meningkatkan Imun Penderita HIV

minyak atsiri meningkatkan imun bagi penderita hiv
demam, tenggorokan sakit, dan pusing kepala?

Banyak penelitian telah mempelajari sifat antibakteri, antijamur, antioksidan dan antivirus dari minyak atsiri. Minyak atsiri ini terbukti mampu melawan berbagai macam virus, seperti virus influenza, virus herpes (HSV), virus demam kuning, flu burung, dan manfaat minyak atsiri untuk penderita HIV.

Minyak atsiri bisa menjadi salah satu pengobatan HIV, terutama minyak atsiri dari oregano. Kandungan carvacrol dan isomer timol dari oregano bisa menghambat sel inang virus melalui penipisan kolesterol virus dari membran selubung HIV-1, sehingga menghalangi masuknya virus ke dalam sistem inang.

Jeffrey T. Kirchner, DO, kepala petugas medis dari American Academy of Obat HIV mengatakan tidak banyak bukti kalau minyak atsiri bisa membantu penderita HIV.

Tapi, ada sebuah artikel yang diterbitkan Februari 2018 di Kimia dan Keanekaragaman Hayati, menunjukkan bahwa minyak atsiri dari Thymus vulgaris, Cananga odorata, Cymbopogon citratus, dan Rosmarinus tanaman officinalis mampu memblokir protein HIV tertentu yang disebut Tat.

Protein Tat ini merupakan protein pengatur yang membantu HIV mereproduksi dirinya sendiri pada orang yang terinfeksi virus.

Baca juga artikel Manfaat Jinten Hitam Bagi Kesehatan & Efek Samping

Cara Kerja Minyak Atsiri untuk Penderita HIV

Minyak atsiri memiliki sifat sebagai antivirus, antioksidan dan anti-inflamasi yang sangat dibutuhkan penderita HIV.

Kemampuan minyak atsiri sebagai anti-inflamasi, terutama dari daun kemangi terlihat dalam penghambatan terbentuknya udem diduga karena adanya kandungan sitral. Sitral dapat menghambat terbentuknya udem sebesar 27,8 persen. 

Sitral menghambat pembentukan udem melalui penghambatan pelepasan histamin dan serotonin pada fase pertama.

Pada fase selanjutnya, sitral menghambat enzim siklooksigenase yang berperan dalam pembentukan prostaglandin dan leukotrien. Sehingga dapat disimpulkan minyak atsiri daun kemangi yang memiliki kandungan sitral, berpotensi sebagai anti-inflamasi.

Orang dengan HIV harus terus minum obat sesuai resep dokter. Bila orang HIV ingin menjalani pengobatan tradisional dengan minyak atsiri karena manfaatnya tersebut, lebih baik konsultasikan dengan dokter.

Karena, Kirchner mengatakan selalu ada kemungkinan terjadinya interaksi obat resep ketika dikonsumsi dengan suplemen atau produk yang dijual bebas. Meskipun, ia sendiri belum mengetahui pasti reaksi yang terjadi kalau obat antivirus dikombinasikan dengan minyak atsiri.

Kenapa Penderita HIV Butuh Minyak Atsiri?

HIV adalah infeksi kronis yang menyebabkan peradangan terus-menerus. Seiring waktu, HIV bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh dan infeksi yang sudah pulih beresiko kambuh.

Kebanyakan orang dengan HIV juga terinfeksi sitomegalo- virus. Infeksi CMV yang laten dapat  menjadi  aktif  pada Odha, menyebabkan peradangan tambahan.

Sementara itu, minyak atsiri memiliki aktivitas sebagai anti-inflamasi yang ditinjau dari pengukuran volume udem yang terbentuk dan persentase penghambatan yang dihitung, terutama minyak atsiri dari daun kemangi

Setelah memahami manfaat minyak atsiri bagi penderita HIV. Anda dapat mengonsumsi atau menggunakan minyak atsiri untuk meningkatkan imun. Namun jika Anda masih kurang yakin, Anda dapat konsultasi ke dokter atau ke layanan konsultasi gratis di Autoimun Care.

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.