Polyphenol, Vitamin C & Triterpenoid untuk Penderita Ginjal

Polyphenol, vitamin C dan triterpenoid sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Kandungan ini akan banyak diperoleh di sumber makanan seperti sayur, buah-buahan, kacang-kacangan dan tumbuhan herbal.

Mungkin ada sebagian orang yang menganggap mengkonsumsi buah/sayur tidak penting. Padahal, sangat penting untuk menyeimbangkan tubuh agar tidak terkena penyakit ginjal ataupun penyakit lain. Jadi, penting banget tahu bagaimana kerja polyphenol, vitamin C dan Triterpenoid sebagai antioksidan dan alasannya sebagai berikut. 

Bagaimana Cara Kerja Polyphenol, Vitamin C Dan Triterpenoid Anti Oksidan

Polifenol merupakan senyawa alami yang banyak ditemukan dalam tumbuhan. Ada banyak manfaat polifenol untuk tubuh, salah satunya baik untuk kesehatan ginjal. Adapun manfaat lain, seperti menjaga kesehatan jantung, mengendalikan gula darah, mencegah pembekuan darah, meningkatkan fungsi otak dan membantu saluran pencernaan tetap sehat.

Di dalam polifenol mengandung flavonoid. Dimana senyawa flavonoid berfungsi sebagai antioksidan karena adanya gugus hidroksil yang terikat pada strukturnya. Adapun posisi dan jumlah gugus hidroksil dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan suatu senyawa polifenol dan flavonoid.

ISK

Lalu, bagaimana cara kerja polifenol? Polifenol bekerja sebagai senyawa alami yang mampu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas yang masuk di dalam tubuh. Radikal bebas yang berlama-lama di dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan sistem kekebalan tubuh.  Reaksi tubuh setiap orang pun beragam, ada yang bermanifestasi menjadi kanker ada juga yang bermanifestasi menjadi penyakit ginjal.

Setidaknya dengan mengkonsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran, atau rempah-rempah mampu membantu metabolisme tubuh bekerja sesuai dengan perannya. Sehingga beberapa penyebab penyakit ginjal, dapat diminimalisir.

Baca juga : Senyawa Andrographolide Untuk Penderita Penyakit Ginjal

Kenapa Penderita Ginjal Butuh Polyphenol, Vitamin C Dan Triterpenoid?

Gangguan ginjal terjadi karena terjadi peningkatan akibat induksi sisplatin, jika dibiarkan dapat mengakibatkan peningkatan kadar kreatinin dan ureum.  Bila ginjal rusak atau tidak berfungsi dengan baik, maka kadar ureum darah mengalami peningkatan dan dapat meracuni sel-sel tubuh. Hal seperti ini bisa saja terjadi akibat penurunan proses filtrasi glomerulus. Nah, kreatinin inilah yang dijadikan sebagai indikator penyakit ginjal yang lebih spesifik.

Adapun faktor risiko terjadinya gangguan ginjal, yaitu faktor radikal bebas, sehingga meningkatkan kadar kreatinin. Radikal bebas merupakan mekanisme nefrotoksik dari sisplatin dan antioksidan dapat melindungi dari nefrotoksik.

Kandungan flavonoid, alkaloid, polifenol, vitamin C dan triterpenoid merupakan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan pada senyawa flavonoid, fenolik dan tanin dikarenakan ketiga senyawa tersebut adalah senyawa-senyawa fenol, yaitu senyawa dengan gugus –OH yang terikat pada karbon cincin aromatik. Senyawa fenol ini mempunyai kemampuan untuk menyumbangkan atom hidrogen.

Itulah betapa pentingnya mengkonsumsi buah, sayur dan herbal untuk memenuhi kandungan gizi dalam tubuh, agar tidak menimbulkan beberapa penyakit yang membahayakan. Semoga sedikit ulasan tentang polifenol vitamin C dan triterpenoid ini bermanfaat.

Baca pertanyaan seputar ginjal disini.

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.