Flek Paru-Paru: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya

Flek paru-paru adalah salah satu gangguan kesehatan pada saluran pernapasan yang tidak boleh disepelekan. Para ahli kesehatan menyebut penyakit ini dengan istilah Tuberkulosis yang disingkat TB. Berbeda dengan jenis-jenis batuk pada umumnya yang dipicu oleh infeksi virus, TB justru disebabkan oleh bakteri yaitu Mycobacterium tuberculosis. Flek paru-paru dianggap sebagai masalah paru-paru yang cukup berbahaya, akan tetapi jika mendapat penanganan yang tepat pasien punya peluang besar untuk disembuhkan.

TB bisa mengintai siapa saja tanpa memedulikan gender atau usia. Oleh sebab itu Anda harus sigap dan cermat untuk mengenali penyakit ini. Apalagi untuk anak-anak dibawah 7 tahun, biasanya gejala yang ditimbulkan sulit untuk diidentifikasi. Yuk pelajari apa saja gejala dari flek paru-paru, bagaimana mengobatinya, dan langkah apa saja yang bisa dilakukan agar terhindar dari TB.

Kenali Gejala Flek Paru-Paru :

flek paru-paru
Sumber: freepik

Tanda -tanda umum yang jadi sinyal seseorang kemungkinan terkena flek paru-paru adalah batuk berkepanjangan yang disertai dahak. Batuk yang diderita pasien bahkan bisa berlangsung selama 2 hingga 3 minggu. Selain itu, ada gejala penyerta lainnya yang mendukung terjadinya infeksi bakteri pada paru-paru tersebut. Tanda sakit TB lainnya misalnya adalah demam yang dibarengi munculnya keringat di malam hari, napas pendek, hilang selera makan, nyeri dada, pembengkakan kelenjar getah bening dan tidak bertenaga. Untuk informasi lebih detail simak dibawah ini:

1. Kesulitan Bernafas 

Infeksi bakteri TB di paru-paru secara perlahan akan mengganggu saluran pernafasan. Sehingga gejala awal dari flek paru-paru ini biasanya muncul keluhan susah bernafas. Bisa juga disebut sesak nafas yang terjadi secara tiba-tiba dan juga intens.

ISK

2. Batuk yang Bertahan Lama 

Batuk bisa dikatakan sebagai keluhan kesehatan yang ringan di saluran pernafasan, dan umumnya akan hilang atau sembuh setelah 2 minggu bahkan kurang. Namun ada kalanya batuk ini bertahan lebih lama dan ada indikasi gangguan kesehatan lebih serius. Salah satu flek paru-paru, sehingga batuk menjadi salah satu gejala flek paru-paru yang perlu diwaspadai.

3. Demam 

Demam yang dialami pasien flek paru-paru biasanya suhu tubuh tidak terlalu tinggi namun tahan lama. Jadi demam ini dirasakan lebih lama dari biasanya yang kemudian diikuti oleh gejala lain dari flek paru-paru.

4. Mudah Lelah 

Pasien dengan flek paru-paru umumnya juga mengeluhkan tubuh yang terasa selalu lelah. Kelelahan yang dirasakan bisa berlangsung sepanjang hari dan tetap terasa meskipun sudah membatasi aktivitas menjadi seringan mungkin.

5. Berat Badan Turun Drastis 

Umumnya orang dengan flek paru-paru juga mengeluhkan nafsu makan yang turun tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini kemudian memunculkan gejala flek paru-paru berikutnya yakni turunnya berat badan secara drastis.

6. Keringat Berlebih di Malam Hari 

Infeksi di paru-paru oleh bakteri TB juga bisa menyebabkan tubuh berkeringat secara berlebihan terutama di malam hari. Apabila keluhan ini dialami dan ditunjang pula dengan gejala lain seperti poin-poin sebelumnya. Maka bisa segera memeriksakan diri ke dokter.

Apalagi jika Anda sudah mengonsumsi obat batuk namun keadaan malah semakin parah. Hal ini harus diwaspadai, bisa jadi Anda mengidap TB atau flek paru-paru. Namun untuk mendapatkan diagnosa yang akurat, sebaiknya Anda berkunjung ke dokter untuk menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan. Infeksi TB pada anak-anak biasanya sulit untuk diidentifikasi karena kadang mengarah ke penyakit lain yang punya kesamaan gejala dengan tuberkulosis. Namun yang sering jadi tanda khas flek paru pada anak adalah batuk, sesak napas, dan berat badan sulit naik walaupun sudah melakukan upaya penambahan bobot tubuh.

Waspadai Pemicu Flek Paru-Paru

flek paru-paru
Sumber: freepik

Penyebaran bakteri penyebab tuberkulosis bisa melalui air liur yang terbawa udara dari penderita TB yang bersin, batuk, bahkan saat berbincang-bincang. Namun proses penularannya tidak terjadi secara instan layaknya influenza, TB menjangkit seseorang dalam kurun waktu yang cukup lama. Orang yang aktif merokok disebut-sebut yang paling rentan mengalami gangguan paru-paru yang satu ini. Namun ada orang-orang dengan kondisi khusus yang berisiko terkena flek paru-paru. Siapa sajakah mereka? Temukan jawabannya berikut ini.

1. Tenaga Medis

Profesi tenaga kesehatan adalah salah satu golongan yang sangat rentan terhadap infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Hal ini tak bisa dipungkiri terutama bagi perawat medis yang harus berhadapan atau menangani pasien dengan kasus TB secara langsung dalam jangka waktu yang lama. 

2. Rendahnya daya tahan tubuh

Tiap-tiap individu memiliki kondisi sistem imun yang berbeda-beda. Orang yang punya daya tahan tubuh yang kurang baik berpeluang lebih besar terkena flek paru daripada yang imunnya kuat. Orang dengan kategori tertentu yang menyebabkan tubuhnya memiliki imun yang lemah harus waspada dengan kemungkinan terjangkit penyakit paru-paru ini, terutama bagi penderita diabetes, HIV/AIDS, atau kanker.

3. Hidup berdampingan dengan pengidap TB

Punya tetangga atau hidup bersebelahan dengan orang yang punya riwayat tuberkulosis juga meningkatkan kemungkinan penularan masalah paru-paru tersebut ke Anda. selain itu, perkampungan yang terlalu padat dan kebersihan lingkungan yang buruk juga menyumbang kemungkinan besar penularan TB ke orang lain.

4. Gaya hidup tidak sehat

Sebelumnya telah diungkapkan bahwa perokok aktif adalah orang yang sangat rentan terkena gangguan paru-paru ini. Ternyata hal itu tak hanya berlaku pada pecandu rokok saja, orang yang sering minum alkohol juga termasuk dalam kategori yang mudah terserang flek paru-paru. Selain TB, minum alkohol secara berlebihan juga akan meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya seperti penyakit hati.

Cara Mengobati Flek Paru-Paru:

flek paru-paru
Sumber: freepik

Apabila tubuh Anda menunjukkan berbagai gejala yang tertulis diatas, lakukan pemeriksaan ke dokter agar segera mendapatkan pengobatan dan segera sembuh. Pada orang dewasa akan dilakukan beberapa pengamatan dan eksperimen terhadap darah, lendir, dan rontgen paru-paru. Lain halnya dengan pasien anak-anak, karena tes lendir cukup sulit untuk dilakukan, umumnya diagnosa TB ditentukan dari tes Mantoux yang disuntikan ke kulit dan rontgen dada. 

Apabila observasi medis yang dilakukan hasilnya positif, maka dokter akan memberikan antibiotik yang harus diminum selama 6 hingga 9 bulan. Lamanya konsumsi obat ini tentunya berbeda pada masing-masing pasien. Hal tersebut ditentukan dengan berbagai pertimbangan, baik dari usia, daya tahan tubuh, level keparahan penyakit, serta ada tidaknya alergi obat. Walaupun sebelum jangka waktu yang ditentukan pasien sudah merasa sembuh, obat yang diberikan harus diminum sampai habis hingga batas waktu yang sudah ditentukan oleh dokter. Apabila Anda mengabaikannya, flek paru-paru justru bisa memburuk di kemudian hari. 

Selain mengikuti petunjuk dan arahan dokter, Anda juga bisa mempercepat proses penyembuhan flek paru-paru dengan minum suplemen herbal Morice Care. Morice Care menjadi salah satu suplemen penguat sistem imun yang terbuat dari bahan-bahan alami, yaitu ekstrak daun kelor dan tanaman sarang semut. Sehingga aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Morice Care juga membantu mempercepat penyembuhan penyakit akut serta membantu tubuh untuk meregenerasi sel rusak akibat penyakit kronis. Dapatkan produknya di sini dan rasakan khasiat Morice Care untuk kesehatan Anda.

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.