Benjolan di Area Rambut Miss V, Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Benjolan di area rambut miss V bisa terasa sakit ketika ditekan atau nyeri. Kebanyakan wanita biasanya langsung panik ketika mengalami benjolan di area rambut vagina tersebut.

Benjolan ini bisa disebabkan oleh folikulitis. Tapi, kondisi ini juga bisa berkaitan dengan masalah kesehatan serius pada organ kewanitaan.

Karena itu, Anda harus mencari tahu penyebab benjolan di area rambut miss V. Supaya, Anda lebih tahu cara mengatasi dan mencegah kondisi tersebut.

Penyebab Benjolan di Area Rambut Miss V

Anda harus tahu penyebab munculnya benjolan di area rambut kemaluan, supaya bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

ISK

Secara umum, benjolan di sekitar bulu kewanitaan ini bisa disebabkan oleh rambut yang tumbuh pada bagian bawah kulit atau folikulitis.

Kondisi ini bisa terjadi setelah Anda mencukur bulu kewanitaan terlalu pendek atau sampai habis. Sehingga, tubuh akan merespons rambut yang tumbuh di bawah kulit sebagai kondisi yang aneh.

Kondisi ini bisa memicu gejala berupa gatal, nyeri, kemerahan hingga munculnya benjolan di sekitar bulu kemaluan.

Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus.

Selain folikulitis, benjolan ini bisa disebabkan oleh kondisi medis lain, berupa dermatitis kontak, molluscum contagiosum, herpes genital, kutil kelamin dan lainnya.

Cara Mengobati Benjolan di Area Rambut Miss V

Benjolan di area rambut miss V yang disebabkan oleh rambut tumbuh di bawah kulit biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

Tapi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi benjolan di sekitar rambut kemaluan.

1. Pakai sabun dan air hangat

Anda bisa membersihkan benjolannya dengan air hangat dan sabun. Anda bisa menggosok lembut bagian rambut kemaluan selama 10 hingga 15 detik. Cara ini bisa mendorong rambut tumbuh keluar dan melembutkan kulit.

2. Kompres panas

Anda juga bisa mengompres benjolan di area rambut kemaluan untuk membantu rambut naik ke permukaan kulit. Setelah rambut kemaluan tumbuh keluar kulit, Anda bisa mencabutnya menggunakan pinset bersih yang telah disterilkan. Anda harus menunggu rambut tumbuh keluar, karena mencabut rambut sebelum muncul di permukaan kulit bisa memicu kemunculan jaringan parut.

3. Oleskan salep pada benjolan

Anda juga bisa mengoleskan salep khusus pada benjolan yang muncul di area kemaluan. Cara ini bisa membantu mengurangi nyeri, mempercepat proses penyembuhan, dan meminimalkan risiko infeksi.

Selain salep, Anda bisa menggunakan bahan lain, seperti hidrokortison, krim anti gatal, witch hazel, lidah buaya murni, dan minyak pohon teh yang sudah diencerkan untuk meredakan nyeri dan mencegah infeksi pada benjolan.

Tapi, Anda harus konsultasi dengan dokter bila benjolan di area rambut miss V terkena infeksi. Karena, benjolan ini bisa berisi nanah yang membutuhkan obat antibiotik atau obat oles tergantung tingkat keparahannya.

4. Jangan asal mencukur rambut kemaluan

Jangan pernah mencukur rambut kemaluan sebelum tumbuh ke luar kulit. Karena, itu bisa memicu iritasi lebih lanjut. Bahkan, mencukur kembali rambut bisa meningkatkan risiko infeksi dan iritasi.

Selain 4 langkah di atas, Anda juga bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah munculnya benjolan pada area rambut kemaluan, seperti:

  1. Menjaga kebersihan pada daerah kelamin
  2. Jangan sering menyentuh daerah sekitar kelaminan
  3. Hindari menggunakan celana dan celana dalam yang terlalu ketat
  4. Berhati-hati saat bercukur, gunakan sabun atau gel agar kulit tidak terluka
  5. Jangan menunda untuk berkonsultasi ke Dokter

Kapan Harus ke Dokter?

Anda harus cepat periksakan diri ke dokter bila mengalami tanda-tanda infeksi pada benjolan di area rambut kemaluan. Adapun tanda-tanda infeksi pada benjolan kemaluan berupa kulit merah, terasa hangat, benjolan membesar dengan cepat, benjolan berisi nanah, nyeri pada benjolan hingga terjadi perdarahan. Terkadang, infeksi pada benjolan ini juga disertai dengan rasa nyeri tumpul pada selangkangan Anda.

Sebab, benjolan yang muncul pada area miss V bisa menjadi tanda  infeksi menular seksual (IMS). Sehingga, Anda perlu konsultasi dengan dokter untuk mematikan penanganan medis yang tepat dan penyebabnya yang pasti.

Jika Anda mengalami gejala diatas dan malu atau takut kedokter kami mempunyai layanan konsultasi gratis untuk Anda.

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.