Pengertian Gangguan Prostat, Jenis, Gejala, dan Pengobatannya

gangguan prostat

Last Updated on Mei 7, 2022 by Autoimuncare

Gangguan prostat atau gangguan pada prostat adalah salah satu kondisi medis yang banyak dikeluhkan oleh pria. Prostat sendiri diketahui merupakan kelenjar pada sistem reproduksi pria yang berperan dalam produksi sperma. Prostat terletak di bawah kandung kemih, yang kemudian membungkus saluran tempat keluarnya urine dan sperma.

Sebagai kelenjar yang memiliki fungsi penting di dalam saluran reproduksi pria, tentunya kelenjar ini perlu tetap dijaga kondisinya. Secara umum ukuran kelenjar prostat cukup kecil dan karena beberapa faktor bisa membesar. Jika ukurannya terlalu besar maka bisa memicu gangguan pada prostat dan kemudian bisa meluas menyebabkan sejumlah komplikasi. 

Pengertian Gangguan Prostat 

Jika membahas kelenjar prostat maka akan membahas juga mengenai gangguan yang mungkin dapat terjadi di kelenjar ini. Gangguan prostat adalah kondisi dimana kelenjar prostat mengalami gangguan sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya. Yakni sebagai kelenjar yang membantu memproduksi sperma pada pria. 

Dalam kondisi normal, kelenjar prostat akan berukuran sebesar kacang kenari dan seiring bertambahnya usia kemudian tumbuh semakin besar. Namun, jika ukuran kelenjar prostat ini terlalu besar maka akan mengganggu fungsinya dan fungsi dari organ lain di sepanjang saluran reproduksi dan saluran berkemih pada pria. 

Sehingga seorang pria yang mengalami gangguan pada prostat cenderung mengalami masalah untuk berkemih atau buang air kecil. Sekaligus mengalami masalah dalam kehidupan seksualnya. Saat gejala dialami maka perlu segera memeriksakan diri agar bisa segera ditangani dengan baik. 

Jenis-Jenis Penyakit dan Gangguan pada Prostat 

Istilah gangguan pada prostat pada dasarnya menunjukan adanya penyakit yang berhubungan dengan kelenjar tersebut. Dalam dunia medis, penyakit yang menyerang kelenjar prostat ini ada tiga jenis. Berikut jenis tersebut: 

Prostatitis 

Jenis yang pertama adalah prostatitis yang merupakan gangguan pada prostat akibat adanya infeksi atau peradangan yang terjadi di kelenjar prostat. Seseorang yang menderita prostatitis akan mengalami gangguan saat buang air kecil. Adapun gejala yang muncul dari gangguan jenis ini antara lain: 

  • Rasa nyeri atau seperti terbakar saat buang air kecil (disuria).
  • Warna urine keruh.
  • Urine mengandung darah.
  • Nyeri di sekitar perut, selangkangan, dan punggung bawah.
  • Nyeri di daerah antara skrotum dan rektum (perineum).
  • Nyeri pada penis.
  • Ejakulasi yang menyakitkan.
  • Flu dan menggigil, bila penyakit disebabkan oleh bakteri.

Jadi, pada saat mengalami gejala di atas ada baiknya segera menemui dokter apalagi jika berlangsung lebih dari tiga hari. Sebab bisa jadi mengalami prostatitis dan bisa juga mengalami infeksi saluran kemih atau ISK. Memastikannya, bisa memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani pemeriksaan yang mendetail. 

Pembesaran Prostat Jinak 

Jenis gangguan prostat yang kedua adalah Pembesaran Prostat Jinak atau Benign prostatic hyperplasia (BPH). Pembesaran prostat jinak adalah sebuah penyakit di mana kelenjar prostat mengalami pembesaran. Prostat yang membesar dapat menekan saluran kemih, 

Kondisi ini kemudian mengakibatkan gangguan pada aliran urine, bisa menjadi terlalu sedikit dan berlangsung lama atau bahkan terhenti sama sekali. Pasien yang mengalami kondisi medis ini kemudian akan merasakan sejumlah gejala sebagai berikut: 

  • Kesulitan saat akan memulai buang air kecil. 
  • Aliran urine yang tersendat-sendat. 
  • Kandung kemih yang belum terasa kosong setelah buang air kecil.
  • Perih saat urinasi atau merasakan sensasi perih saat buang air kecil. 

Kanker Prostat 

Jenis ketiga atau jenis terakhir dari jenis gangguan prostat adalah kanker prostat. Sebagaimana kanker pada umumnya, penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan sel kanker di kelenjar prostat yang kemudian mengganggu fungsinya sebagai bagian dari saluran reproduksi pria. 

Sel kanker yang agresif bisa dengan mudah menyebar ke organ atau kelenjar lainnya di dalam tubuh. Penyebaran biasanya dimulai dengan masuknya sel kanker ke pembuluh darah. Adapun gejala yang muncul dari kanker prostat ini antara lain: 

  • Kesulitan saat buang air kecil.
  • Nyeri di daerah panggul. 
  • Adanya darah pada sperma.
  • Merasakan sensasi sakit tulang.
  • Disfungsi ereksi. 

Faktor Resiko Terkena Gangguan pada Prostat 

Gangguan prostat pada dasarnya bisa dialami oleh semua pria di dunia. Hanya saja pada beberapa kasus, diketahui ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan resiko mengalami gangguan pada kelenjar ini. Faktor tersebut adalah: 

Usia 

Pengobatan HIV

Faktor pemicu yang pertama adalah masalah usia. Dari hasil sejumlah penelitian ditarik kesimpulan bahwa pria di usia 50-60 tahun memiliki resiko lebih tinggi menderita BPH dan kanker prostat. 

Keturunan 

Diketahui juga bahwa orang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit prostat memiliki resiko tinggi mengalami penyakit yang sama. Jadi, jika ada ayah atau kakek yang menderita penyakit prostat sebaiknya sangat memperhatikan gaya hidup agar resiko bisa diturunkan. 

Obesitas 

Faktor berikutnya adalah obesitas atau kelebihan berat badan yang memang secara umum bisa meningkatkan resiko terkena penyakit apapun. Termasuk juga gangguan prostat pada pria, sebab obesitas bisa meningkatkan resiko BPH dan kanker prostat. 

Penggunaan Obat Tertentu 

Obat-obatan tertentu yang digunakan atau dikonsumsi juga bisa meningkatkan resiko mengalami gangguan pada kelenjar prostat. Misalnya saja pada Pengguna obat-obatan seperti beta-blockers yang bisa meningkatkan resiko mengalami BPH. 

Pernah Menjalani Biopsi Prostat 

Jika pernah menjalani biopsi prostat, yakni prosedur pengambilan sampel sel di dalam prostat karena dugaan adanya pertumbuhan sel kanker di kelenjar tersebut. Efek samping dari prosedur ini bisa meningkatkan resiko BPH. 

Pengobatan Gangguan pada Prostat

Gangguan prostat pada dasarnya bisa disembuhkan selama menjalani pengobatan yang benar dan disiplin. Jenis pengobatan yang akan diberikan dokter biasanya menyesuaikan dengan jenis gangguan yang dialami. Berikut jenis-jenis pengobatan tersebut: 

  • Diberikan Obat oleh Dokter 

Metode pengobatan yang pertama adalah mengkonsumsi obat tertentu yang diresepkan oleh dokter. Pemberian obat biasanya dilakukan dokter untuk menangani pasien yang mengalami BPH. Sehingga bisa meringankan gejala dan kemudian mengatasi gejala tersebut agar tidak muncul kembali. 

  • Menjalani Operasi 

Pasien BPH kadang tidak hanya diberikan obat saja, jika gejala tidak semakin membaik atau obat yang diberikan tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. Maka dokter biasanya akan menyarankan untuk menjalani operasi. Operasi tidak hanya untuk BPH namun pada beberapa kasus juga dianjurkan kepada pasien kanker prostat. 

  • Menjalani Terapi 

Jika pasien mengalami kanker prostat maka dokter juga akan menyarankan untuk menjalani terapi. Terapi ini antara lain: 

  • Terapi radiasi. 
  • Terapi hormon. 
  • Kemoterapi, dan juga 
  • Terapi biologis. 

Penanganan di Rumah Gangguan Prostat

Mendukung pengobatan medis yang sedang dijalani, pasien juga perlu melakukan sejumlah penanganan mandiri selama di rumah. Penanganan ini antara lain: 

pantangan makanan penyakit liver
  1. Menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung tinggi kafein dan alkohol. 
  2. Sebaiknya tidak minum air putih terlalu banyak di malam hari untuk mencegah keinginan buang air kecil di tengah jam tidur. 
  3. Usahakan lebih aktif bergerak, sebab terlalu lama duduk akan mempengaruhi kesehatan kelenjar prostat. 

Apabila saat ini sedang dalam masa pengobatan untuk salah satu jenis gangguan prostat yang dijelaskan di atas. Maka bisa mencoba berkonsultasi dengan Konsultan Kesehatan PT Autoimun Care Indonesia, yakni melalui kontak 0822-4199-9699

Editor: Dayat

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.