Demam Berdarah – Pengertian, Penyebab dan Cara Mengobatinya

demam berdarah

Last Updated on Juni 17, 2022 by Redaksi Autoimuncare

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang  disebabkan karena adanya infeksi virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini dapat menular secara cepat ke orang lain. Tidak heran, demam berdarah menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus yang cenderung meningkat setiap tahun. 

Penyakit ini dibagi menjadi dua yaitu demam dengue (Dengue Fever) dan demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagic Fever). Perbedaan antara kedua jenis demam berdarah tersebut adalah adanya kebocoran pembuluh darah pada demam berdarah dengue, sedangkan pada demam dengue tidak.

Penyebab

Setiap orang dapat tertular penyakit demam berdarah. Maka dari itu, ketahui penyebab penyakitnya supaya kita dapat mencegah dari awal. Berikut ini penyebab penyakit demam berdarah.

Curah hujan tinggi

Genangan yang terbentuk akibat curah hujan tinggi akan menjadi tempat bagi nyamuk berkembang biak. Saat populasi nyamuk penyebab DBD meningkat, maka risiko penularan virus dengue di masyarakat akan meningkat pula.

Maka sebaiknya disarankan untuk menyingkirkan, menutup, dan menguras benda-benda di rumah yang berpotensi menimbulkan genangan air, seperti pot, drum, atau toren air sebelum hujan tiba, guna mencegah nyamuk berkembang biak dan menularkan penyakit.

Pernah menderita demam berdarah

Seseorang bisa terinfeksi virus dengue yang menyebabkan DBD sebanyak 4 kali selama hidupnya. Jika seseorang pernah mengalami demam dengue sebelumnya, maka ia berisiko tinggi terkena DBD apabila kembali terinfeksi virus dengue.

Memiliki daya tahan tubuh yang lemah

Penelitian menunjukkan bahwa daya tahan tubuh mempengaruhi respons tubuh terhadap infeksi virus dengue. Daya tahan tubuh yang kuat hanya akan menyebabkan gejala ringan saat seseorang terkena demam berdarah.

Sementara pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah, infeksi virus dengue dapat menyebabkan DBD dengan gejala yang parah, seperti kebocoran pembuluh darah dan peradangan hebat, terutama pada mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Autoimuncare juga mempunyai obat untuk membantu meningkatkan imun tubuh dari serangan penyakit imun yaitu obat herbal Moricecare

banner moricecare

Kebiasaan menggantung baju di kamar

Menggantung baju di kamar dapat menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. Hal ini karena setelah menggigit manusia, nyamuk Aedes aegypti betina senang beristirahat ditempat gelap, seperti di sela-sela baju yang tergantung.

Oleh karena itu, hindari menggantung baju di kamar serta bersihkan kamar dan rumah secara berkala agar tidak menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Gejala Demam Berdarah 

Saat seseorang terinfeksi penyakit demam berdarah, terdapat beberapa gejala yang seringkali tampak. Gejala demam berdarah atau gejala dbd awalnya bersifat ringan dan biasanya muncul pada 4-7 hari setelah digigit nyamuk. Gejala DBD dapat terjadi selama 10 hari yang disertai dengan demam tinggi dan flu.

Beberapa gejala atau ciri ciri demam berdarah adalah:

  • Sakit kepala
  • Nyeri pada sendi, otot, dan tulang
  • Penurunan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Kerusakan pada pembuluh darah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Diagnosis Sakit Demam Berdarah

Untuk mendiagnosis apakah pasien terinfeksi demam berdarah atau tidak, dokter akan menanyakan riwayat tempat tinggal serta keluhan yang dialami oleh pasien. Jika ditemukan tanda dan gejala yang mengarah ke demam berdarah, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik.

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mencari gejala dengan cara berikut ini:

– Pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda seperti ruam, pembesaran kelenjar getah bening, atau pembesaran organ hati. 

– Dokter juga dapat melakukan tourniquet test dengan alat pengukur tekanan darah. Tujuannya adalah untuk melihat seberapa rapuh pembuluh darah pasien untuk mengalami perdarahan.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pasien demam berdarah, seperti:

  • Menghitung darah pada 1–3 hari pertama, untuk mengetahui kadar sel darah putih, trombosit, serta kadar hematokrit dalam darah yang dapat menjadi tanda kebocoran pembuluh darah
  • Pemeriksaan antigen NS1 di hari ke 0–7 sejak gejala muncul, untuk mendeteksi keberadaan virus Dengue
  • Pemeriksaan serologi IgG dan IgM yang biasanya dilakukan 4–5 hari setelah gejala muncul, untuk mendeteksi antibodi terhadap virus Dengue
  • Pemeriksaan fungsi hati, untuk memastikan apakah infeksi dengue menyebabkan komplikasi pada hati

Pengobatan Demam Berdarah

Sampai saat ini sebenarnya belum ada vaksinasi ataupun obat khusus untuk mengobati demam berdarah atau DBD. Pengobatan berkisar pada cara untuk meringankan gejalanya, membuat pasien senyaman mungkin, serta mencegah dan menangani komplikasi – komplikasi yang terjadi. 

Saat mengalami penyakit DBD yang bersifat ringan, anda bisa mengatasinya dengan beberapa langkah ini:

1. Mengkonsumsi cairan dalam jumlah banyak

Demam dan suhu tinggi pada pasien DBD dapat menyebabkan dehidrasi sehingga mengurangi cairan tubuh mereka. Kondisi ini biasanya ditandai dengan mulut kering, kelelahan, kebingungan, dan menurunnya frekuensi buang air kecil.

Jika tidak segera ditangani, dehidrasi bisa mempengaruhi fungsi ginjal dan otak. Bahkan, dehidrasi yang parah juga bisa berdampak pada kematian.

Cara mengobati dehidrasi pada pasien DBD bisa dilakukan dengan memperbanyak asupan cairan, baik dari air putih atau jus buah-buahan. Namun, dalam kasus dehidrasi parah, pasien DBD perlu memperoleh cairan infus yang hanya dapat dilakukan di rumah sakit.

2. Minum oralit

Karena pasien DBD seringkali mengalami dehidrasi, maka untuk memenuhi kebutuhan cairan bisa memanfaatkan oralit. 

Oralit merupakan kombinasi antara glukosa dan sodium. Keduanya bisa membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh pasien demam berdarah dengue yang mengalami dehidrasi ringan hingga menengah.

Orang yang terinfeksi DBD disertai gejala muntah bisa minum oralit untuk menggantikan cairan yang hilang, tentunya dilengkapi dengan minum banyak air putih.

3. Mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri

Jika pasien DBD menjalani pengobatan di rumah, anda bisa menggunakan obat pereda nyeri dan demam seperti paracetamol untuk mengurangi gejala-gejalanya.

Akan tetapi, tidak semua jenis obat ini aman untuk pasien DBD. Ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui obat mana yang bisa dikonsumsi.

Beberapa jenis obat pereda nyeri lain, seperti aspirin dan ibuprofen, tidak boleh dikonsumsi pasien DBD. Obat-obatan tersebut justru bisa meningkatkan risiko perdarahan.

4. Mengkonsumsi jambu biji dan makanan sehat yang mudah dicerna

Jambu biji merupakan salah satu makanan untuk pasien DBD yang dianjurkan. Buah ini mengandung vitamin C dan trombin yang membantu mempercepat pertumbuhan trombosit baru sehingga nilainya bisa pulih di atas ambang normal.

Selain itu, jambu biji juga kaya quercetin yang berfungsi menghambat pertumbuhan virus yang menyerang tubuh, termasuk virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

5. Minum suplemen dan vitamin

Selain dari sayur dan buah, dokter juga menganjurkan untuk memenuhi asupan vitamin dan mineral tambahan dengan mengonsumsi suplemen.

Pilihlah suplemen vitamin C yang baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ada pula suplemen seng (zinc) yang tubuh butuhkan untuk melawan penyakit DBD.

6. Menggunakan Obat-obatan Alami

Penggunaan obat alami DBD juga sangat dianjurkan untuk mengobati DBD dengan cepat. Terdapat beberapa bahan tradisional yang sudah teruji secara klinis dapat membantu mempercepat pemulihan pasien DBD.

Salah satunya menggunakan obat herbal imun tubuh MORICECARE membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan imunitas untuk mencegah serta mengobati penyakit demam berdarah. 

Mengandung herbal pilihan terbaik alam Indonesia yakni ekstrak daun kelor dan ekstrak sarang semut, sangat efektif meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh. 

Kapan Harus ke Dokter? 

anda harus selalu memperhatikan perkembangan gejala DBD saat kondisi ini dalam masa pengobatan. Lebih baik jika anda berdiskusi dengan dokter jika gejala DBD tidak memberikan tanda-tanda pemulihan dalam kurun waktu 3-5 hari. 

Komplikasi Demam Berdarah

Penyakit DBD dapat dapat memicu sindrom syok dengue. Sindrom syok dengue parah dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan, bahkan kematian. Informasi lebih lanjut mengenai komplikasi DBD bisa ditanyakan langsung ke dokter.

Sebenarnya gejala DBD dengue sama dengan gejala DBD, tetapi terkadang juga ada:

  • Bintik-bintik kecil merah di kulit
  • Bercak merah lebih besar di bawah kulit
  • Pendarahan dari gusi dan hidung
  • Nadi lemah dan kulit lembap
  • Keringat
  • Ketidaknyamanan
  • Kehilangan selera makan
  • Kelelahan dan
  • Sakit tenggorokan dan batuk.

Empat jenis virus dengue dapat menyebabkan komplikasi ini. Jika sebelumnya anda telah terinfeksi satu jenis DBD dan terinfeksi lagi dengan jenis virus yang berbeda, ini dapat menyebabkan demam berdarah dengue.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah penyakit DBD adalah menghindari gigitan nyamuk yang terinfeksi, terutama apabila anda tinggal atau berpergian di daerah tropis. Lindungi diri sendiri dan usahakan untuk membasmi populasi nyamuk. 

Meski begitu, penularan masih mungkin terjadi. Sehingga ada beberapa langkah pencegahan yang bisa anda lakukan untuk melindungi diri, diantaranya adalah: 

  • Gunakan obat nyamuk, meski di dalam ruangan.
  • Ketika berada di luar ruangan, kenakan pakaian lengan panjang dan celana lengan panjang.
  • Pastikan tirai jendela dan pintu aman dan bebas dari lubang dimana nyamuk bisa masuk. 
  • Gunakan kelambu pada area tidur. 

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.