Kaki Bengkak: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatan

Pembengkakan
demam, tenggorokan sakit, dan pusing kepala?

Kaki bengkak bisa terjadi akibat terlalu lama berjalan, berdiri atau duduk. Selain itu, kelebihan berat badan, malas gerak atau memiliki kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan penyakit tersebut. 

Semua faktor itu yang menyebabkan penumpukan cairan di bagian kaki atau pergelangan kaki. Kondisi ini disebut edema perifer. 

Umumnya, kaki bengkak tidak menyakitkan dan akan sembuh dengan sendirinya. Tapi, kondisi mungkin akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kecuali mengalami kecelakan yang mengakibatkan kaki jadi bengkak

Anda juga harus tahu bahwa kaki bengkak bisa disebabkan oleh masalah kesehatan umum dan bisa menimpa semua orang dari segala usia. Tapi, Anda bisa mencegah faktor risikonya melalui konsultasi dengan dokter. 

Penyebab Kaki Bengkak 

Berikut ini, beberapa kondisi medis yang menyebabkan kaki bengkak. 

1. Limfedema 

Limfedema bisa menyebabkan kaki bengkak, yang terjadi akibat kerusakan pada kelenjar getah bening. Sehingga tubuh menahan cairan limfatik dan menyebabkan bengkak pada salah satu kaki. 

Gejala lain kondisi ini termasuk mudah memar, penebalan kulit dan fibrosis. Kondisi ini rentan dialami oleh penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan. 

2. Cedera 

Cedera akibat salah langkah yang menyebabkan pergelangan kaki terkilir bisa mengakibatkan kaki bengkak. Sebab, otot ligamen yang merenggang harus menahan pergelangan kaki yang cedera. 

3. Kehamilan 

Pembengkakan di kaki sangat umum terjadi selama kehamilan, terutama saat kehamilan memasuki usia 20 minggu atau lebih. Tapi,  jika disertai peningkatan tekanan darah secara mendadak harus diwaspadai. 

Sebab, akan bisa menjadi gejala komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia. Jika Anda mengalami hal tersebut, segera periksakan diri ke dokter. 

4. Kelebihan berat badan 

Kelebihan berat badan juga bisa menyebabkan kaki menajadi bengkak, karena bisa menurunkan sirkulasi darah yang menyebabkan penurunan cairan di kaki, pergelangan dan telapak kaki. 

5. Infeksi 

pembengkakan di kaki dan pembengkakan pergelangan kaki bisa menjadi gejala infeksi. Kondisi ini paling rentan dialami oleh penderita diabetes. Karena itu, Anda perlu memeriksakan setiap luka dan lecet pada kaki bila Anda menderita diabetes. 

5. Bekuan darah 

Pembemkakan juga bisa terjadi akibat gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah vena kaki, sehingga menghentikan aliran darah dari kaki kembali ke jantung. Kondisi medis ini bisa mengancam nyawa jika gumpalan darah pecah dan menyebar ke jantung serta paru-paru. 

Terlebih, kalau pembengkakan disertai gejala demam tinggi dan perubahan warna pada kaki. 

6. Penyakit ginjal 

Gangguan fungsi ginjal bisa menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh sehingga mengakibatkan pembengkakan di kaki. Tapi, kondisi ini juga biasanya menimbulkan gejala berupa nafsu makan menurun, mudah lelah, sesak napas, dan jarang buang air kecil. 

Baca juga 12 Ciri-Ciri Sakit Ginjal Yang Penting & Harus Diketahui

Cek obat herbal penyakit ginjal – RECARE

banner promo recare

7. Insufisiensi vena 

Pembengkakan juga bisa jadi gejala awal dari insufisiensi vena, yakni kondisi ketika darah tidak dapat bergerak naik dari pembuluh darah di kaki ke jantung. 

Kondisi ini dapat menyebabkan kaki menjadi bengkak yang disertai gejala perubahan kulit dan infeksi. 

8. Gagal jantung kongestif 

Gagal jantung kongestif terjadi ketika darah tidak memompa cukup darah ke organ tubuh dan jaringan lainnya. Karena kondisi ini, darah akan menumpuk dalam jantung atau menyumbat di organ maupun jaringan. 

Akibatnya, darah menumpuk di sistem peredaran darah termasuk peredaran darah di kaki yang menyebabkan pembengkakan. 

9. Perikarditis 

Perikarditis adalah peradangan jangka panjang dari perikardium yang merupakan selaput seperti kantung di sekitar jantung. Pada akhirnya, kondisi ini menyebabkan kesulitan bernapas, pembengkakan kaki dan pergelangan kaki kronis dan parah. 

10. Efek samping obat 

Minum obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan kaki jadi bengkak, karena penumpukan cairan. Adapun beberapa jenis obat yang memiliki efek tersebut, yakni obat diabetes, NSAID, obat antidepresan, obat steroid, obat tekanan darah, dan obat yang mengandung hormon, termasuk kontrasepsi. 

Gejala Kaki Bengkak 

Kaki bengkak merupakan suatu kondisi medis yang biasa terjadi dan tak perlu dikhawatirkan. Tapi, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan karena mungkin saja tanda masalah kesehatan serius dan harus ditangani segera. 

Terlebih, bila Anda memiliki beberapa kondisi medis serius ketika mengalami pembengkakan kaki, seperti: 

  1. Menderita penyakit jantung atau ginjal
  2. Menderita penyakit hati
  3. Kaki yang bengkak terlihat merah dan terasa hangat jika disentuh
  4. Suhu tubuh lebih tinggi dari normalnya
  5. Anda sedang hamil
  6. Pengobatan pembengkakan di rumah tidak berhasil
  7. Pembengkakan kaki semakin parah 

Pada beberapa kasus, gejala pembekakan kaki juga bisa memburuk sehingga harus diwaspadai, seperti: 

  1. Rasa nyeri, tertekan, atau sesak di daerah dada
  2. Pusing
  3. Linglung
  4. Pening atau pingsan
  5. Kesulitan bernapas atau sesak napas 

Bengkak pada kaki mungkin saja tidak menunjukkan gejala di atas. Jadi, Anda bisa konsultasi dengan AICI atau dokter bila khawatir mengalami pembengkakan kaki makin parah. 

Cara Mengatasi Kaki Bengkak 

Dalam kondisi ringan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Sedangkan, pembengkakak kaki parah mungkin membutuhkan bantuan dokter. 

Kemudian, dokter akan meresepkan obat yang sesuai dengan penyebab pembengkakan kaki Anda. Misalnya, dokter akan meresepkan obat antibiotik akibat infeksi. 

Selain pengobatan medis dari dokter, Anda juga bisa mengatasinya dengan beberapa cara berikut :

  1. Pakai kaus kaki kompresi untuk mencegah penggumpalan darah pada kaki.
  2. Rendam kaki di dalam bak berisi larutan air garam selama 15–20 menit funa mengurangi nyeri pada kaki bengkak.
  3. Bergeraklah setiap jam untuk meregangkan lutut dan pergelangan kaki, bila kondisi ini disebabkan oleh terlalu lama duduk.
  4. Turunkan berat badan bila pembengkakan kaki karena kelebihan berat badan. 

Tapi, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter agar penanganan pembengkakan lebih tepat. Sebab, penyebab pembengkakan kaki bermacam-macam sehingga penanganannya tidak sama. 

Kapan Harus ke Dokter? 

konsultasi dokter

Anda harus periksakan diri ke dokter bila mengalami penyakit diatas parah yang tidak kunjung sembuh dan kesulitan berjalan. Karena, sakit diatas sebagai salah satu dari tanda kondisi serius. 

Karena itu, Anda harus segera konsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan penanganan dan pengobatan sesuai penyebab pembengkakan. 

Kaki bengkak akibat infeksi akan diberi antibiotik. Lalu, pembengkakan kaki akibat penyakit ginjal, mungkin dokter akan memberikan pengobatan sesuai penyebab penyakit ginjal atau menyarankan Anda melakukan cuci darah dan menjalani operasi ginjal.

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.