Apakah Bahaya Obat Kimia Memang Ada? Berikut Penjelasannya

Pernahkah merasa khawatir dengan bahaya obat kimia? Bagi beberapa orang, konsumsi obat kimia enggan untuk dilakukan karena khawatir merasakan sejumlah efek samping. Namun, ada juga yang sebaliknya karena merasa konsumsi obat herbal atau obat tradisional cenderung berbahaya karena minim hasil penelitian dan bebas resep dokter. 

Lalu, mana yang lebih baik? Pada dasarnya, baik obat kimia maupun obat herbal sama baiknya selama dikonsumsi sesuai kebutuhan dan aturan dosis yang ada. Setiap obat diketahui merupakan racun yang porsi asupannya sangat diperhatikan untuk mencegah efek berbahaya. Lalu, adakah bahaya atas konsumsi obat kimia? 

 

Adakah Bahaya dari Konsumsi Obat Kimia? 

Sudah sejak lama pertanyaan mengenai bahaya obat kimia maupun obat herbal diajukan oleh masyarakat luas. Menjawab keresahan tersebut banyak ahli yang kemudian melakukan penelitian, dan hasilnya tentu bisa dijadikan patokan untuk memilih obat yang sesuai. 

obat
gambar obat

Berhubung jenis obat ini sangat banyak maka perlu mempercayakan resepnya pada dokter, yang merupakan ahli dalam menentukan jenis dan dosis obat kimia. Jika ditanya adakah bahaya dari konsumsi obat kimia, maka jawabannya tetap ada karena sekali lagi obat sebagus apapun adalah racun. 

ISK

Hanya saja “racun” ini kemudian diatur dan diolah dengan menggunakan hasil penelitian panjang dan teknologi terkini. Tujuannya untuk mendapatkan lebih banyak manfaat dan mengurangi atau bahkan menghilangkan unsur bahaya atas konsumsinya. 

Meskipun demikian, konsumsi obat tetap harus waspada karena dosis berlebihan bisa menyebabkan efek buruk pada kesehatan. Bagi beberapa orang, mengkonsumsi obat dalam dosis lebih diharapkan bisa mempercepat pemulihan. 

Namun, tindakan ini sama artinya dengan bunuh diri karena obat yang diresepkan oleh dokter memang sebaiknya dikonsumsi sesuai resep. Baik untuk obat-obatan penyakit ringan sampai penyakit berat dan menahun. Bahaya obat kimia baru akan dirasakan jika konsumsinya berlebihan dan berjalan dalam jangka waktu panjang. 

Kemudian muncul pertanyaan, apakah pasien hipertensi, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya terancam berumur pendek? Jadi, beberapa orang dengan penyakit menahun seperti yangs udah disebutkan ada kemungkinana kan minum obat kimia seumur hidup. Contohnya pada pasien diabetes, konsumsi obat rutin ini bertujuan menjaga kestabilan gula darah. 

Hal serupa juga terjadi pada pasien hipertensi, yang dalam kondisi tertentu sudah harus minum obat dari dokter seumur hidup. Hanya saja, obat yang diberikan oleh dokter untuk pasien-pasien ini diatur dosis dan jenisnya. Jenis obat setiap setahun sekali atau beberapa tahun sekali diganti oleh dokter, tujuannya tentu saja menghindari bahaya obat kimia tersebut. 

Tanda Kelebihan Dosis Obat / Mengonsumsi Obat

akibat kebanyakan obat

Melalui penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa bahaya dari konsumsi obat kimia baru akan muncul jika berlebihan dari segi dosis. Kemudian kondisi akan lebih parah jika yang bersangkutan mengkonsumsi dosis berlebih dalam jangka panjang. Apalagi untuk jenis obat tertentu yang bisa memberi efek ketergantungan. 

Dalam dunia medis bahkan diketahui terdapat jenis obat-obatan yang memang khusus ditujukan untuk pemakaian jangka pendek. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang maka efek yang membahayakan tubuh bisa mengancam. Jenis-jenis tersebut antara lain: 

1. NSAIDs 

Jenis obat jangka pendek yang pertama adalah NSAIDs atau Non Steroidal anti inflammatory drugs. Masuk ke dalam jenis obat non steroid dan digunakan sebagai pereda nyeri yang jika dikonsumsi berlebihan akan memunculkan efek samping berbahaya. Dampak bisa lebih parah bagi pasien yang punya riwayat penyakit jantung dan ginjal. 

2. Antikolinergik 

Berikutnya adalah obat antikolinergik yang didalamnya terkandung zat antikolinergik dan termasuk obat untuk saraf. Konsumsi obat ini sangat penting menggunakan resep dokter dan biasanya tidak boleh lebih dari 3 tahun. Sebab penelitian menunjukkan konsumsi obat dengan kandungan zat ini selama 3 tahun bisa menyebabkan demensia sampai 50%. 

3. PPIs 

Jika ingin menghindari efek bahaya obat kimia maka hindari konsumsi obat jangka pendek menjadi jangka panjang. Selain dua jenis obat di poin sebelumnya juga ada obat PPIs atau Proton Pump Inhibitor

PPIs sendiri digunakan untuk mengatasi heartburn pada pasien asam lambung dan tentu konsumsinya harus sesuai resep dokter dan tidak boleh dalam jangka panjang. 

4. Obat Tidur 

Sering mengalami susah tidur? Jika cukup parah oleh dokter akan diresepkan obat tidur, dan obat jenis ini tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang. Sebab obat tidur bisa menyebabkan toleran sehingga perlahan tidak lagi bekerja. Kondisi ini tentu akan memperparah susah tidur yang dialami. 

5. Antidepresan 

Obat antidepresan juga termasuk obat yang wajib dikonsumsi menggunakan resep dokter sekaligus dalam jangka pendek. Biasanya dikonsumsi maksimal 6 bulan sejak gejala depresi dialami. Lebih dari itu bisa menyebabkan efek samping seperti gangguan tidur dan turunnya libido. 

6. Antipsikotik 

Obat antipsikotik adalah jenis obat psikotik yang diberikan kepada siapa saja yang mengalami gangguan jiwa. Obat ini diminum dalam kurun waktu tahunan dan bahkan seumur hidup. Hanya saja pasien yang taat mengkonsumsinya bisa sembuh dalam waktu beberapa tahun saja, sehingga bahaya obat kimia jenis ini bisa dihindari. 

Jadi, pada saat mendapatkan resep dari dokter yang terdiri dari salah satu atau beberapa obat jangka pendek di atas. Maka wajib sekali untuk dihentikan konsumsinya jika obat dari dokter sudah habis. 

Apabila gejala atau keluhan masih dirasakan maka perlu memeriksakan ke dokter, dan bukannya membeli obat sendiri. Sebab jika dikonsumsi terlalu lama maka muncul efek samping yang merugikan. 

Saat tubuh mengkonsumsi obat jangka pendek secara berlebihan, maka umumnya akan memunculkan sejumlah gejala. Seperti: 

  • Mengalami kesulitan untuk mengikuti jadwal minum obat, dari yang awalnya bisa disiplin menjadi linglung dan mudah lupa. 
  • Muncul gejala baru, dan kondisi ini termasuk efek samping dari konsumsi obat kimia secara berlebihan. Sehingga kondisi kesehatan bukannya membaik melainkan terus menurun seiring berjalannya waktu. 
  • Efek samping berikutnya adalah mengalami nyeri sendi dan otot, dan biasanya terjadi saat mengkonsumsi obat pereda nyeri jenis non steroid. 
  • Bisa menyebabkan masalah kesehatan mental, sebab konsumsi obat secara berlebihan bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Sehingga banyak yang kemudian mengalami gangguan mental seperti stres, depresi, dan lain-lain. 

Tips Menurunkan Bahaya Obat Kimia 

Bahaya obat kimia tentunya tetap ada, apalagi jika dikonsumsi tanpa resep dokter maupun yang memakai resep dokter namun dalam jangka panjang. Namun, kasus seperti poin kedua ini jarang terjadi karena dokter tentu lebih tahu kapan batas maksimal jenis obat tertentu dikonsumsi oleh pasiennya. 

Oleh sebab itu, untuk menghindari bahaya-bahaya ini perlu menyesuaikan dengan resep dokter dan membatasi penggunaannya agar tidak berjalan dalam jangka panjang. Jika ingin bertanya lebih banyak lagi mengenai bahaya obat kimia maupun jenis obat herbal. Maka bisa berkonsultasi untuk terhubung dengan Konsultan Kesehatan PT. Autoimun Care Indonesia. 

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.