Apakah Benar Hipertensi sebagai Penyebab Penyakit Ginjal?

Hipertensi adalah
demam, tenggorokan sakit, dan pusing kepala?

Jika membahas tentang penyakit ginjal maka nantinya juga akan membahas mengenai hipertensi sebagai penyebab penyakit ginjal. Hipertensi atau gangguan tekanan darah tinggi disebutkan menjadi salah satu dari sekian penyebab penyakit ginjal. Terlihat dari kasus penderita ginjal yang diawali dengan kondisi hipertensi. 

Lalu, apa sebenarnya hubungan antara hipertensi ini dengan organ ginjal sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal? Sebab antara organ jantung dengan organ ginjal memiliki jarak yang cukup jauh. Selain itu fungsi keduanya juga berlainan, atau apakah memang ada hubungan kinerja antara ginjal dengan jantung? 

Pengertian Penyakit Hipertensi 

Sebelum membahas mengenai hipertensi sebagai penyebab penyakit ginjal, maka bisa mengenal dulu kondisi hipertensi. Hipertensi adalah kondisi dimana seseorang mengalami tekanan darah di atas angka normal. Pada orang dewasa, tekanan darah normal ada di angka 120/80 mmHg. 

Pada saat memiliki tekanan darah sebesar 130/80 mmHg tidak lantas divonis dokter menderita hipertensi dan butuh obat untuk menurunkannya. Apabila masih di angka 130-140/80 mmHg maka pasien dalam kondisi waspada hipertensi. Artinya, kemungkinan besar bisa mengalami hipertensi sehingga tekanan darah bisa mencapai 160/80 mmHg bahkan lebih. 

Tekanan darah mulai meningkat akibat sejumlah faktor, paling sering adalah faktor gaya hidup yang tidak sehat. Kemudian, pasien hipertensi juga rentan mengalami komplikasi karena hipertensi bisa memicu penyakit yang lebih beragam. Dimulai dari penyakit kardiovaskuler seperti stroke, serangan jantung, dan lain-lain sampai penyakit ginjal.

Hubungan Hipertensi dan Penyakit Ginjal 

Hipertensi kemudian sering dikaitkan dengan penyakit ginjal, apalagi pasien hipertensi cukup sering berakhir sebagai pasien penyakit ginjal dan gagal ginjal. Lalu, apakah memang hipertensi ini punya hubungan sangat erat dengan penyakit ginjal? 

Beberapa orang mengira, bahwa obat hipertensi yang rutin diminum pasien memiliki potensi untuk merusak fungsi ginjal. Sehingga konsumsi obat ini meskipun bisa mengontrol tekanan darah namun pada akhirnya menurunkan fungsi ginjal sampai merusak ginjal secara total. Namun, pendapat ini keliru karena obat hipertensi jenisnya beragam. 

Dokter akan mengecek keseluruhan kondisi pasien sebelum menentukan jenis obat penurun tekanan darah yang tepat. Dalam dunia medis, terdapat dua jenis obat penurun tekanan darah yang memiliki efek pada organ ginjal. Yakni ACE-Inhibitor dan ARB yang memberi efek penurunan fungsi ginjal jika pasien memiliki gangguan pembuluh darah ginjal. 

Jika pasien hipertensi memiliki pembuluh darah ginjal yang baik maka resiko terjadi penurunan fungsi ginjal nyaris tidak ada sama sekali, sehingga aman diminum rutin. Apalagi obat penurun tekanan darah ini bisa bekerja memproteksi organ ginjal. Oleh sebab itu, usahakan disiplin kontrol ke dokter karena dokter biasanya mengganti obat penurun tekanan darah secara berkala. 

Jadi, jika bukan karena obat lantas kenapa banyak bukti menunjukan hipertensi sebagai penyebab penyakit ginjal? Penyebab penyakit ginjal tidak terletak pada obat penurun tekanan darah yang diresepkan dokter. Melainkan hubungan antara jantung dan ginjal itu sendiri, dimana ginjal yang sehat bekerja efektif menstabilkan tekanan darah. 

Begitu juga sebaliknya, jantung yang sehat dengan tekanan darah normal membantu menjaga kesehatan organ ginjal. Pada saat tekanan darah naik maka suplai oksigen ke organ ginjal tersendat atau terganggu. Minimnya pasokan oksigen membuat ginjal bekerja ekstra menyaring darah sebagai tugas utamanya. 

Apabila tekanan darah meningkat dan tidak kunjung turun dalam waktu lama dan kemudian sering terjadi. Maka perlahan fungsi ginjal menurun dan tidak tertutup kemungkinan akan kehilangan fungsinya. Sehingga muncul kondisi penyakit ginjal sampai gagal ginjal kronis yang mewajibkan pasien hipertensi untuk melakukan dialisis (cuci darah) rutin. 

Penyebab Penyakit Ginjal Lainnya 

Selain hipertensi sebagai penyebab penyakit ginjal, masih ada beberapa penyakit lain yang menyebabkan gangguan pada ginjal. Sehingga kondisi hipertensi bukan satu-satunya penyebab dari gangguan fungsi ginjal. Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa meningkatkan resiko penderitanya mengalami penyakit ginjal: 

  • Menderita Diabetes 

Penyakit pertama yang bisa menyebabkan penyakit ginjal dan gagal ginjal kronik adalah diabetes. Kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi akan memaksa ginjal bekerja lebih keras dari seharusnya. Jika kadar gula darah terus tinggi dan semakin tinggi dari waktu ke waktu, maka kerusakan pada ginjal sulit untuk dihindari. 

  • Mengalami Penyakit Jantung 

Seperti penjelasan di atas, hubungan organ jantung dengan organ ginjal sangatlah erat. Organ ginjal membantu organ jantung menjalankan fungsinya dengan baik, begitu juga sebaliknya. Pasien penyakit jantung kemudian beresiko tinggi mengalami penyakit ginjal, sebagaimana hipertensi bisa menyebabkan penyakit ginjal. 

  • Menderita Penyakit Liver 

Penyakit liver atau hati juga menjadi penyebab dari penyakit ginjal, karena darah yang disaring oleh liver kemudian diproses oleh ginjal. Jika liver kehilangan kemampuannya dalam mengolah darah di tubuh maka perlahan organ ginjal akan ikut rusak. Jadi, inilah alasan banyak pasien liver kemudian juga menjadi pasien ginjal. 

  • Mengalami Infeksi Saluran Kemih 

Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh adanya infeksi bakteri di saluran kemih yang tidak hanya mengganggu siklus buang air kecil saja. Akan tetapi ada resiko bakteri naik dan masuk ke organ ginjal. Jika bakteri merusak organ ginjal dan terjadi berulang kali, maka perlahan pasien akan mengalami gagal ginjal. 

  • Obesitas 

Orang yang berada dalam kondisi obesitas juga memiliki resiko tinggi mengalami penyakit ginjal. Hal ini dapat terjadi, karena kondisi obesitas membuat metabolisme meningkat sehingga butuh suplai darah yang kaya oksigen lebih banyak. 

Ginjal perlu bekerja keras untuk menyuplai kebutuhan darah dan oksigen tersebut, sehingga orang yang gemuk rawan mengalami gangguan ginjal. Apalagi jika berat badan terus naik dan ditambah dengan gaya hidup tidak sehat, khususnya dari pola makan. 

  • Memiliki Kondisi Autoimun 

Autoimun seperti lupus dan penyakit autoimun lainnya juga meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit ginjal. Hal ini dapat terjadi karena kondisi autoimun bisa membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel di ginjal sehingga menyebabkan kerusakan. 

Kondisi inilah yang membuat pasien lupus sering menjalani transplantasi ginjal. Sebab sistem imun atau kekebalan tubuh memang sering menyerang sel-sel sehat pada ginjal. 

  • Pola Makan Tidak Sehat 

Berawal dari mulut kemudian bisa menjadi penyebab dari banyak sekali penyakit berdiam di dalam tubuh. Pola makan yang cenderung tinggi garam, tinggi gula, dan terbiasa malas minum air putih yang cukup. 

Bisa meningkatkan resiko terjadi kerusakan pada ginjal. Sehingga pola makan penting untuk diperhatikan agar ginjal selalu dalam kondisi yang sehat. Jadi, mulailah membiasakan diri mengonsumsi makanan alami, minim proses (tidak dipanaskan berulang-ulang dan tidak butuh proses terlalu panjang), dan rendah lemak maupun garam dan gula.

Penjelasan mengenai hipertensi sebagai penyebab penyakit ginjal di atas tentunya membantu pasien hipertensi untuk lebih memperhatikan kesehatan tubuhnya. Sehingga bisa tahu bagaimana meminimalkan resiko terjadi kerusakan pada organ ginjal. 

Jika butuh konsultasi dan informasi tambahan mengenai hipertensi maupun penyakit ginjal. Bisa menghubungi Konsultan Kesehatan PT Autoimun Care Indonesia melalui kontak 0822-4199-9699.

sumber:

https://www.alodokter.com/penyakit-ginjal

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.