Diabetes Basah – Gejala, Ciri-Ciri, dan Penyebab

diabetes basah
download ebook kesehatan gratis

Penyakit Diabetes basah pada orang yang menderita penyakit ini, tetapi bentuk badannya masih gemuk.  Kalau dalam ilmu kedokteran dibagi menjadi dua yaitu diabetes tipe I dan diabetes tipe II. Lalu apa perbedaan kedua jenis tersebut? Yuk disimak!

Penyakit gula tipe I merupakan penyakit diabetes yang sudah tidak dapat memproduksi insulin. Sehingga mereka harus disuntik insulin setiap harinya. Penyakit tipe ini bisa terjadi pada anak-anak dan juga remaja. Berat badan juga kurus kering, hal ini yang biasa disebut dengan penyakit gula kering pada masyarakat.

Cara pengobatannya mereka harus melakukan diet gula, olahraga yang teratur dan juga suntik insulin setiap saat untuk menormalkan kadar gula dalam darah. Selanjutnya penyakit diabetes tipe II, penyakit lebih banyak di derita pada orang yang berumur 40 tahun ke atas.  Selain itu kadar insulin dalam tubuh juga masih terkontrol, sehingga tidak perlu melakukan suntik insulin setiap harinya. Penyakit diabetes tipe II ini, juga biasa disebut dengan penyakit diabetes basah.

Apa Gejala Diabetes Basah?

Penyakit diabetes basah adalah istilah yang dikenakan pada diabetes golongan 2 yang berada di fase lanjut. Diabetes ini biasanya terjadi pada orang-orang lanjut usia. Penyebabnya adalah kadar gula darah yang sangat tinggi dan biasanya jauh berada di atas kadar gula darah penderita diabetes kering. 

Gejala dan tanda-tanda yang sama antara penyakit diabetes basah dan kering diantaranya adalah :

  1. Adanya peningkatan rasa lapar
  2. Peningkatan rasa haus dan seringnya buang air kecil
  3. Mulut kering akibat dehidrasi
  4. Napas berbau buah
  5. Penglihatan yang kabur
  6. Pegal otot akibat dehidrasi
  7. Sensitif
  8. Sakit kepala akibat gula darah, penglihatan yang kabur, dan tekanan darah tinggi
  9. Gatal-gatal
  10. Penurunan berat badan yang drastis akibat dehidrasi dan pembakaran lemak terus menerus.

Dimana Biasanya Gejala diabetes Banyak Terjadi ?

Gejalanya adalah adanya infeksi pada jaringan kulit, jaringan saraf, dan jaringan otot. Infeksi ini diakibatkan oleh bakteri Clostridium perfringens atau Bacillus fusiformis. Secara alami, infeksi biasanya terjadi pada daerah yang lembab, seperti mulut, usus, paru-paru, serviks, dan juga vulva. Sedangkan pada penderita diabetes basah, infeksi banyak terjadi di daerah kaki.

Baca juga Gejala Diabetes Kering Yang Harus Kamu Ketahui

Gelaja dan tanda penyakit diabetes basah yang paling mudah terdeteksi adalah adanya infeksi yang sebenarnya berawal dari luka. Karena kadar gula darah yang tinggi, luka menjadi susah sembuh. Keadaan ini membuat bakteri hinggap dan akhirnya tumbuh berkembang sehingga infeksi bertambah parah.  Jika dibiarkan, keadaan ini bisa berujung pada kebusukan sehingga bagian tersebut harus diamputasi (dipotong).

Waspadai apabila mengalami gejala penyakit diabetes, segera lakukan pemeriksaan sebelum mengalami diabetes yang lebih parah.  menghindari diabetes dengan memeriksakan gula darah. Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.

Apa Ciri-Ciri Diabetes Basah?

  • Sakit kepala
  • Lebih sensitif
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Timbulnya bau mulut pada nafas
  • Penderita mudah merasa lapar dan haus
  • Otot sering terasa pegal yang disebabkan oleh dehidrasi
  • Peningkatan frekuensi penyebab sering buang air kecil
  • Mulut tampak kering akibat terjadinya dehidrasi
  • Mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kulit terasa gatal-gatal
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Jika timbul luka dibagian tubuhnya, maka akan sangat sulit disembuhkan.

Apa Penyebab Gangguan Diabetes Basah?

Berikut penyebab gangguan diabetes basah:

  • Stress
  • Obesitas
  • Kurang istirahat
  • Kurang berolahraga
  • Tekanan darah tinggi
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi bahaya alkohol
  • Penggunaan pil kontasepsi dalam jangka waktu yang panjang
  • Sering mengkonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu manis

Kesimpulan

Diabetes basah adalah istilah yang dipakai masyarakat indonesia, sedangkan istilah dokter adalah diabetes tipe 2.

Untuk informasi lebih detail atau Anda sedang mengalami penyakit diabetes basah bisa konsultasi gratis dengan layanan kami Autoimun Care.

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Pengertian Jantung Koroner

Zat Aktif Thymoquinone Untuk Penderita Jantung

Zat aktif thymoquinone untuk penderita jantung apakah betul dapat menormalkan semua parameter risiko penyakit kardiovaskuler (jantung)?  Dilansir dari berbagai sumber penelitian disebutkan bahwa zat aktif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.