Apakah Anda membuat kesalahan-kesalahan ini saat menjalani proses penyembuhan Anda?

demam, tenggorokan sakit, dan pusing kepala?

 

Saat sakit, tentunya muncul keinginan untuk segera sembuh sehingga mengupayakan berbagai cara untuk mencapainya. Kadang kala upaya yang dilakukan kurang tepat dan termasuk ke dalam daftar kesalahan dalam proses penyembuhan. Pada beberapa kondisi, kesalahan ini tidak berakibat fatal dan bisa diperbaiki dengan segera. 

 

Namun, pada kondisi yang lainnya kesalahan ini berdampak fatal. Salah satunya berdampak kematian pada pasien, karena tidak ditangani dengan semestinya. Lalu, saat Anda sakit atau menderita penyakit serius apakah pernah atau malah sedang melakukan kesalahan-kesalahan dalam proses penyembuhan? 

 

Bentuk Kesalahan dalam Proses Penyembuhan 

 

Sakit adalah suatu kondisi yang akan dialami oleh siapa saja, karena nyaris tidak ada orang yang tidak pernah sakit. Bedanya, beberapa orang mengalami penyakit yang ringan dan beberapa lagi mengalami penyakit yang serius. Penyakit berat kemudian menjadi momok menakutkan sehingga sering membuat pasien dan orang di sekitarnya tertekan. 

 

Apalagi jika pengobatan di rumah sakit tidak kunjung menunjukan perubahan yang positif. Maka pasien akan mencoba menjalani pengobatan non medis sebagai alternatif, dengan harapan bisa sembuh lebih cepat. Proses ini tidak salah selama dilakukan dengan benar. Hanya saja masih banyak orang melakukan kesalahan dalam berobat. 

 

Apa saja bentuk kesalahan dalam proses pengobatan atau penyembuhan suatu penyakit? Berikut adalah beberapa diantaranya: 

  • Punya Keyakinan Bahwa Obat adalah Penyembuh Penyakit 

Kesalahan yang pertama dalam proses pengobatan adalah memiliki keyakinan bahwa obat yang dikonsumsi adalah penyembuh penyakit. Dalam setiap agama, dijamin yang bisa menyembuhkan penyakit adalah Tuhan. Keyakinan ini adalah yang paling benar, sehingga terbilang keliru jika obat dianggap bisa menggantikan Tuhan. 

 

Obat ini bukanlah penyembuh penyakit, melainkan sarana untuk bisa mendapatkan kesembuhan atas persetujuan atau ijin dari Tuhan. Sehingga jangan sampai mendewakan obat atau menjadikan obat sebagai Tuhan karena tentu saja hal ini keliru. 

 

Saat sakit dianjurkan untuk memperbanyak mengingat Tuhan, mulai melakukan evaluasi terhadap segala kesalahan dan kebaikan yang sudah dilakukan. Sehingga saat menyadari melakukan kesalahan bisa mencoba meminta maaf pada orang yang bersangkutan. 

 

Supaya hati tenang dan bisa berobat dengan nyaman sekaligus merasa ikhlas dengan penyakit yang diberikan oleh Tuhan. Jadi, hindari kesalahan bahwa obat adalah penyembuh karena untuk sembuh ada banyak faktor yang mempengaruhi. Utamanya adalah ijin dari Tuhan. 

  • Berobat pada Orang yang Tidak Paham Ilmu Pengobatan  

Kesalahan kedua adalah berobat pada orang yang memang tidak memiliki ilmu pengobatan. Misalnya saja kepada tetangga yang bukan lulusan ilmu kesehatan, baik itu ilmu farmasi, kedokteran, perawat, bidan, dan sebagainya. Melainkan orang biasa yang menempuh pendidikan di jurusan non kesehatan. 

 

Jika bertanya penyakit dan obat kepada orang tersebut tentunya adalah hal yang salah. Sebab mereka tidak memiliki ilmu sekaligus tidak memiliki kapasitas untuk memberi diagnosa sampai kapasitas untuk meresepkan obat. Hal ini akan meningkatkan resiko salah memilih obat dan kondisi penyakit bisa lebih parah. 

  • Berobat ke Dukun 

Pernah mencoba berobat ke dukun dan kemudian disembur dengan air dari mulut dukun tersebut? Berobat ke dukun memang di zaman dulu dilakukan oleh nyaris semua masyarakat di Indonesia. Namun, itu dulu. Ketika ilmu pengobatan belum berkembang dan secanggih sekarang, ditambah akses ke layanan kesehatan jauh dan mahal. 

 

Saat ini kondisi sudah berbeda, maka hindari kesalahan berobat ke dukun karena dukun sama saja seperti orang yang tidak punya ilmu pengobatan. Sebab antara sakit karena disebabkan oleh ginjal bermasalah dengan sakit karena mendapatkan santet tentu penanganannya berbeda. Maka jangan berobat ke dukun. 

  • Punya Keyakinan Benda Tertentu Bisa Menyembuhkan Penyakit 

Kesalahan dalam proses penyembuhan berikutnya adalah punya keyakinan bahwa suatu benda bisa menyembuhkan penyakit yang diderita. Beberapa orang masih meyakini bahwa beberapa benda, sebut saja seperti keris, batu, kendi, dan lain sebagainya yang dianggap keramat bisa menyembuhkan penyakit. 

 

Secara logika, tidak ada ilmu yang membenarkan keyakinan tersebut. Sebab dalam dunia ilmiah dan dunia medis yang namanya sakit perlu diperiksa untuk diketahui penyakitnya. Kemudian diberi obat yang tepat untuk mengatasi penyakit tersebut. 

 

Sehingga tidak ada literatur yang menjelaskan bahwa benda mati bisa menyembuhkan penyakit hanya dengan dipegang, ditempelkan ke kulit, dan sebagainya. 

  • Berburuk Sangka pada Penyakit yang Diderita 

Kesalahan berikutnya adalah berburuk sangka atau punya prasangka yang buruk terhadap penyakit yang diderita. Bagi orang yang memiliki keyakinan atau beragama dijamin yakin bahwa penyakit yang diderita adalah pemberian Tuhan. Tuhan akan memberikan penyakit untuk membantu manusia melebur dosa-dosa yang diperbuat. 

 

Sehingga manusia harus ikhlas dan yakin bahwa penyakit yang diderita akan sembuh, yakni pada saat dosa-dosa yang dimiliki sudah bersih. Maka hilangkan pikiran bahwa Tuhan tidak sayang dengan mengirimkan penyakit. Atau berpikir bahwa penyakit tersebut adalah hasil santet, dan pikiran-pikiran buruk lainnya. 

  • Memilih Obat Sembarangan 

Ada beberapa orang yang saat merasakan badan kurang enak kemudian asal minum obat. Saat sakit kepala kadang sengaja minum obat sakit perut. Kesalahan seperti ini bisa berakibat buruk, karena bisa menyebabkan overdosis. 

 

Apalagi jika obat yang diminum masuk kategori obat keras. Maka penting untuk minum obat yang sesuai, yakni yang diresepkan oleh dokter. Itupun setelah melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui penyakit yang diderita pasien. 

  • Tidak Memperhatikan Dosis dan Resep Dokter 

Suka minum obat asal minum obat? Saat minum obat, bai obat yang dibeli di apotek maupun resep dokter. Pastikan sudah membaca resep atau dosis dan aturan minum yang tercetak pada kemasan. 

 

Dalam memproduksi obat dijamin perusahaan didampingi tenaga ahli sehingga pengaturan dosisnya pas. Dosis ini kemudian perlu dipatuhi agar obat bekerja dengan maksimal, mencegah efek samping, dan mempercepat penyembuhan. 

  • Tidak Disiplin Berobat 

Obat yang sudah diresepkan oleh dokter atau dibeli di apotek dan toko online terpercaya sebaiknya diminum secara teratur. Sesuaikan dengan aturan dosisnya, dan disiplin. Sebab jika obat diminum jika tidak lupa dan saat mood bagus, maka khasiatnya susah untuk dirasakan. Hal ini bisa membuat proses penyembuhan semakin lama. 

  • Tidak Menjaga Pola Hidup 

Kesalahan berikutnya adalah tidak memperbaiki dan menjaga pola hidup yang sehat selama proses penyembuhan. Jadi, pada dasarnya sebagus apapun obat yang diminum dan semahal apapun obat yang dibeli. Tentunya akan kehilangan khasiatnya dalam menyembuhkan jika tidak diimbangi dengan perbaikan pola hidup. 

 

Misalnya, menderita penyakit maag. Sudah minum obat berkualitas namun masih suka telat makan. Maka maag yang diderita tentu tidak akan sembuh, diperlukan kedisiplinan dalam minum obat dan menata pola hidup agar sembuh total. 

 

Dari semua kesalahan-kesalahan menjalani proses penyembuhan di atas, mana yang pernah atau sedang dilakukan? Pastikan untuk segera mengatasinya, sebab kesalahan tersebut jika masih dilakukan bisa membuat penyakit yang diderita semakin parah. Membantu mendukung penyembuhan, silahkan berkonsultasi ke PT Autoimun Care Indonesia melalui kontak 0822-4199-9699.

 

sumber: 

https://www.rehabilitasijiwa.com/id/beberapa-kesalahan-dalam-berobat

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.