Kenali 14 Gejala Long Covid-19 dan Cara Mengatasinya di Bawah Ini

long covid-19

Last Updated on November 5, 2021 by Autoimuncare

Pasca terinfeksi virus Covid-19, ada kemungkinan akan mengalami berbagai gejala long Covid-19 yang kini menjadi fokus perhatian banyak orang. Istilah ini sama barunya dengan istilah Covid-19 itu sendiri. Sebab virus yang sudah membunuh jutaan orang di dunia ini baru diketahui atau muncul menjelang akhir tahun 2019 lalu dan masih menjadi momok bagi masyarakat dunia. 

 

Apa Itu Long Covid-19? 

 

Seseorang yang menjadi penyintas dari covid-19 wajib mewaspadai tanda-tanda atau gejala long covid. Long covid sendiri adalah kondisi tidak normal yang bisa terjadi pasca-sembuh dari Covid-19. Long covid menyebabkan penyintas Covid-19 merasakan sejumlah gejala infeksi virus corona dalam jangka lama.

 

Kondisi long covid kemudian membuat penyintas merasakan gejala kurang nyaman dan sama persis seperti gejala saat pertama kali terinfeksi oleh virus ini. Gejala yang dirasakan bisa bertahan cukup lama, misalnya selama sebulan penuh bahkan bisa lebih bergantung pada banyak faktor. Salah satunya adalah kondisi kesehatan atau daya tahan tubuh pasien. 

 

Gangguan long covid-19 seperti yang disampaikan sebelumnya bisa dialami oleh beberapa penyintas, dan bisa juga sebaliknya. Namun, sebagian besar penyintas mengaku masih merasakan gejala covid-19 meskipun sudah sembuh ditunjukan dengan hasil tes Swab maupun PCR yang negatif. 

 

Dilansir dari berbagai sumber, gejala long covid bisa dialami penyintas karena kondisi kesehatan yang belum bagus atau masih dalam tahap pemulihan. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh kondisi kesehatan sebelumnya. Khususnya bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan sebelum atau jauh sebelum positif covid. 

 

Gejala yang Umum Dialami 

 

Long covid-19 kemudian menunjukan sejumlah gejala dan beberapa merupakan gejala yang sama saat terinfeksi virus covid-19. Berikut adalah detailnya: 

 

  • Kelelahan Ekstrim 

Gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh penyintas covid adalah merasakan kelelahan yang ekstrim. Sehingga setelah isoman meskipun sudah berminggu-minggu masih merasakan rasa lelah. Padahal nyaris seharian digunakan beristirahat. 

 

Meskipun normal ada baiknya mencoba meningkatkan aktivitas namun tetap memperbanyak istirahat. Sebab saat tubuh dalam masa pemulihan memang biasanya akan memunculkan rasa lelah berlebihan. 

 

  • Sesak Nafas 

Sesak nafas diketahui menjadi salah satu diantara sekian gejala positif Covid-19, dan sekaligus menjadi gejala long covid. Banyak penyintas yang mengaku masih mengalami sesak nafas ketika beraktivitas. Baik itu untuk sholat, jalan menuju kamar mandi, dan lain sebagainya. 

  • Susah Berkonsentrasi 

Gejala long covid-19 selanjutnya adalah mengalami kesulitan untuk menjaga konsentrasi. Hal ini berhubungan erat dengan keluhan rasa lelah berlebihan yang dirasakan. Sehingga mengirimkan sinyal ke otak untuk beristirahat dan lebih susah untuk fokus mengerjakan sesuatu. 

 

  • Sakit Kepala

Penyintas covid juga bisa mengalami gejala sakit kepala yang hilang timbul pasca pemulihan. Gejala ini termasuk ke dalam daftar gejala long covid, karena dikeluhkan atau dirasakan oleh sebagian besar penyintas. 

 

  • Sakit Perut 

Sakit di bagian tubuh tertentu juga menjadi gejala paling umum dari long covid, dan salah satunya adalah sakit perut. Jika sakit pada perut yang dialami tidak kunjung reda bisa memeriksakan diri ke dokter. Jika dinyatakan mengalami gejala long covid, biasanya dokter akan meresepkan obat yang bisa meredakan sakit tersebut. 

 

  • Sakit di Dada 

Rasa sakit juga dialami di bagian dada, dan bisa hilang timbul dengan sendirinya. Gejala umum dari long covid ini tentu perlu dipantau dan bisa memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan obat dan penanganan lebih baik, jika sakit yang dirasakan tidak tertahankan. 

 

  • Diare 

Beberapa penyintas covid-19 tidak hanya merasakan sakit di bagian perut. Akan tetapi juga disertai dengan diare, oleh sebab itu selama masa penyembuhan dianjurkan untuk memperhatikan pola makan. Terutama harus menghindari sejumlah makanan yang bisa menyebabkan diare. 

 

  • Demam

Gejala long covid-19 selanjutnya adalah mengalami demam, yakni naiknya suhu tubuh yang umumnya di atas 37 derajat. Saat mengalami demam bisa mencoba minum obat penurunan panas, seperti paracetamol. Jika berlangsung sangat lama, misalnya lebih dari tiga hari maka bisa dikonsultasikan ke dokter. 

 

  • Hidung Tidak Mencium Bau 

Saat positif covid biasanya indra penciuman akan melemah dan bahkan hilang sama sekali. Gejala ini umum, dan bagi penyintas biasanya gejala ini bertahan lebih lama antara 4 sampai 8 minggu sehingga termasuk gejala long covid. 

 

  • Perubahan Siklus Haid 

Pada wanita yang kebetulan sempat terinfeksi virus corona, ada kemungkinan setelahnya mengalami gangguan pada siklus menstruasi atau haid. Baik itu mundur, maju, maupun menjadi tidak beraturan atau acak. 

susah bab
Sumber: freepik
  • Indra Perasa Terganggu 

Saat terkena virus corona, tubuh akan menunjukan gejala hilangnya indra perasa sehingga apapun yang dimakan terasa hambar. Mayoritas merasakan makanan terlalu asin dan tidak merasakan sensasi rasa lainnya. Hal ini ternyata bisa bertahan cukup lama dan menjadi gejala long covid. 

 

  • Nyeri Sendi dan Otot 

Gejala long covid-19 selanjutnya adalah mengalami nyeri sendi dan juga otot. Hal ini kemudian bisa menurunkan kemampuan tubuh untuk beraktivitas. Bagi yang hendak berolahraga sebaiknya ditunda dulu sampai keluhan nyeri ini hilang untuk meminimalkan resiko. Lebih detailnya bisa dikonsultasikan dengan dokter. 

 

  • Batuk 

Penyintas covid biasanya juga mengeluhkan batuk yang tidak kunjung sembuh bahkan selama lebih dari sebulan setelah dinyatakan negatif. Hal ini masuk ke dalam gejala long covid, dan para dokter menyarankan untuk mengkonsumsi obat pereda batuk berdahak. 

 

  • Gangguan Tidur 

Gejala umum dari long covid berikutnya adalah mengalami gangguan tidur, dimana sulit untuk tidur nyenyak dan sering terbangun hanya karena suara kecil. Hal ini memang akan mempengaruhi kualitas tidur dan memperpanjang gejala long covid yang dialami. Silahkan dikonsultasikan ke dokter. 

 

Bagaimana Cara Mengatasinya? 

 

Gejala-gejala di atas bisa bertahan cukup lama jika tidak ditangani dengan tepat. Meringankan gejala dan mengatasi long covid-19 agar tidak mengganggu aktivitas lagi bisa dilakukan dengan beberapa cara. Cara yang pertama adalah dengan istirahat, dengan istirahat maka memberi kesempatan bagi tubuh untuk memaksimalkan pemulihan. 

 

Cara kedua adalah menjalani pengobatan sesuai gejala yang dialami. Misalnya saja mengalami batuk berdahak maka bisa meminum obat batuk agar bisa segera teratasi. Demikian juga dengan gejala lain, dan supaya aman sebaiknya tetap mengandalkan obat yang diresepkan oleh dokter. 

 

Cara ketiga, adalah dengan berolahraga yang tentunya perlu memilih olahraga ringan dan sesuai kemampuan tubuh. Selama gejala long covid dialami hindari melakukan olahraga yang terlalu berat. 

 

Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi gejala covid-19 dan long covid-19 mungkin semakin jarang tersedia di pasaran. Sebab dibutuhkan oleh banyak orang, hal ini yang membuat beberapa obat seperti obat flu, pilek, batuk, dan sebagainya semakin langka. 

 

Oleh sebab itu, saat gejala lng covid dialami sebaiknya diimbangi dengan perubahan gaya hidup. Seperti merubah pola makan menjadi lebih sehat, rajin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Selain itu bisa berkonsultasi ke PT Autoimun Care Indonesia lewat kontak Konsultan Kesehatan di 0822-4199-9699

 

sumber: 

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/01/085548220/berapa-lama-long-covid-19-terjadi-dan-cara-mengatasinya?page=all

https://newssetup.kontan.co.id/news/tanda-long-covid-yang-bisa-terjadi-setelah-sembuh-dari-covid-19?page=all

https://kesehatan.kontan.co.id/news/hati-hati-inilah-14-gejala-long-covid-yang-umum-terjadi?page=all

https://www.alodokter.com/komunitas/topic/long-covid-19

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.