5 Cara Efektif Mengobati Kanker Hati, Simak Baik-baik!

kanker hati

Last Updated on November 5, 2021 by

Sel kanker bisa berkembang di organ tubuh mana saja, salah satunya adalah organ hati. Perlu Anda ketahui, organ hati adalah salah satu organ vital di tubuh yang berfungsi menyaring racun dalam darah serta membantu penyerapan nutrisi ke tubuh. Sayangnya, apabila terjadi pertumbuhan sel abnormal pada jaringan hati, hal ini bisa menyebabkan tumor/penyakit kanker hati. 

Apabila kondisi tersebut dialami seseorang, maka organ hati pun tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan menyebabkan rentetan masalah kesehatan lainnya. Kanker hati sendiri adalah penyakit yang cukup mematikan. Bahkan WHO mencatat pada tahun 2015, dari sembilan juta nyawa yang meninggal akibat kanker, 700 ribu diantaranya merupakan pasien kanker hati. Ketahui lebih jauh tentang kanker hati melalui artikel berikut ini.

Penyebab Kanker Hati

kanker hati
Sumber: freepik

Penyebab pasti dari kanker hati atau dalam bahasa medis disebut hepatocellular carcinoma (HCC)/hepatoma hingga saat ini masih diteliti lebih jauh. Namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit mematikan yang satu ini. Berdasarkan guidelines yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI, pria umumnya lebih rentan terkena hepatoma dibandingkan dengan wanita. Apalagi bagi mereka yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan. 

Faktor lainnya yang bisa mengakibatkan tubuh berisiko terkena kanker hati adalah orang dengan riwayat keluarga yang pernah mengidap kanker. Faktor genetik atau faktor keturunan ternyata juga bisa jadi salah satu penyebabnya. Dilansir dari halaman Adi Husada Cancer Center, HCC dapat muncul karena adanya infeksi hepatitis B dan juga hepatitis C kronis. Orang-orang yang mengidap penyakit hepatitis kronis ini sangat berpeluang besar untuk berakhir menjadi kanker hati. Selain itu, HCC juga bisa terjadi karena sirosis atau pengerasan hati yang memburuk. Di sisi lain hepatoma bisa muncul karena adanya kontaminasi aflatoksin/ racun yang umumnya ditemukan pada kacang tanah berjamur, gandum, dan kedelai.

Bagaimana Mengenali Gejala Kanker Hati

kanker hati
Sumber: freepik

Berdasarkan brosur yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI, pada stadium awal umumnya pasien tidak merasakan gejala sama sekali. Namun, beberapa penderita juga ada yang merasakan nyeri perut pada bagian kanan atas yang diikuti dengan penurunan berat badan secara signifikan. Selain itu juga muncul benjolan pada tulang iga bagian bawah sebelah kanan. 

Pada tahap awal ini, pasien biasanya juga akan mudah lelah dan merasa lemas. Gejala ini pun bisa menjadi lebih buruk dan parah. Hal ini ditandai dengan berubahnya warna mata yang terlihat kuning, perubahan kesadaran, perut buncit yang berisikan cairan, serta mengalami muntah darah atau berak hitam.

Pengobatan Pasien Kanker Hati

kanker hati
Sumber : freepik

Upaya pengobatan pada pasien hepatoma akan dilakukan berdasarkan tingkat stadium kanker pada pasien. Pilihan penanggulangan kanker hati biasanya terdiri dari tindakan operasi, ablasi tumor, kemoterapi, terapi kanker target, dan radioterapi. Berikut ulasannya:

  • Bedah Operasi

Pada pasien kanker hati stadium awal, dokter biasanya akan memilih untuk melakukan tindakan operasi. Jenis operasinya pun ada dua macam, yang pertama adalah reseksi hati. Reseksi hati adalah operasi dengan memotong bagian hati yang terkena kanker saja dan membiarkan hati yang masih sehat tetap berada di dalam tubuh. Selanjutnya adalah transplantasi hati yaitu mengangkat seluruh organ hati pasien dan menggantinya dengan hati yang sehat. Tindakan ini dapat dilakukan apabila terdapat orang yang mau menjadi pendonor hati atau menyumbangkan hatinya untuk penderita kanker hati. 

  • Ablasi Tumor

Cara lain untuk menangani kasus hepatoma adalah dengan jalan ablasi tumor. Ablasi tumor adalah metode pengobatan dengan cara menghancurkan sel kanker hati dengan media panas/ RFA atau alkohol/ PEI. sebelum ablasi tumor dilakukan, pasien akan mendapatkan anestesi lokal terlebih dulu. 

Pengobatan RFA dilakukan dengan menggunakan sinar laser atau gelombang radio yang melewati jarum guna menghancurkan sel kanker dengan memanaskannya di suhu paling tinggi. Pengobatan PEI memanfaatkan alkohol yang disuntikkan melalui jarum agar sel kanker hancur. Apabila kedepannya tumor muncul kembali, dokter akan melakukan tindak ablasi ulang.

  • Kemoterapi 

Langkah lain untuk pengobatan HCC adalah lewat jalan kemoterapi. Fungsi kemoterapi juga sama dengan ablasi tumor yaitu menghancurkan sel kanker. Kemoterapi ini dilakukan dengan pemberian suntikan ke dalam pembuluh darah atau bisa juga dengan konsumsi tablet. Pengobatan dengan kemoterapi bisa dilakukan dengan syarat kerusakan fungsi hati pasien masih belum parah.

  • Terapi Kanker Target

Untuk penderita kanker hati stadium lanjut, langkah pengobatan yang dipilih adalah terapi kanker target. Terapi ini dilakukan dengan obatan-obatan yang berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan sekaligus penyebaran sel kanker dengan cara mengganggu molekul spesifik yang berperan dalam perkembangan kanker. Obat yang digunakan pada terapi kanker target disebut dengan sorafenib. Namun, biasanya obat ini akan memberikan efek samping seperti diare, mudah lelah, nyeri, dan tekanan darah tinggi.

  • Radioterapi

Pengobatan lain yang jadi alternatif untuk mengobati HCC adalah radioterapi. Proses radioterapi memanfaatkan sinar energi tinggi yang berfungsi untuk menghancurkan sel kanker serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun, langkah pengobatan ini sangat jarang digunakan karena organ hati tidak mampu terpapar radiasi dengan dosis tinggi.

Baca juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Penyakit Enggan Datang

Cegah Kanker Hati dengan Ini

kanker hati
Sumber: freepik

Mencegah lebih baik daripada mengobati, oleh sebab itu alangkah lebih baik jika Anda melakukan upaya preventif agar terhindar dari kanker hati. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hepatoma adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis B. Tidak hanya pada bayi saja, orang dewasa dengan beberapa faktor risiko juga sebaiknya menjalani vaksinasi. 

Diantaranya adalah pekerja di bidang kesehatan, pasien cuci darah, orang yang sering mendapat produk darah, penerima cangkok organ, penghuni lapas, satu rumah dengan penderita hepatitis B, pemakai narkoba suntik, dan pasangan seksual multipel. 

Cara pencegahan lainnya adalah dengan melakukan metode suntik yang aman, pengobatan intensif pada pasien hepatitis B dan C, skrining virus hepatitis B dan C pada darah donor, dan menyimpan makanan agar tidak terkontaminasi aflatoksin B1.

Untuk mengobati penyakit kanker hati, Anda bisa mengimbanginya dengan konsumsi suplemen herbal seperti Morice Care. Morice Care menjadi salah satu suplemen penguat sistem imun yang terbuat dari bahan-bahan alami, yaitu ekstrak daun kelor dan tanaman sarang semut. Sehingga aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Morice Care juga membantu mempercepat penyembuhan penyakit akut serta membantu tubuh untuk meregenerasi sel rusak akibat penyakit kronis. Dapatkan produknya di sini dan rasakan khasiat Morice Care untuk kesehatan Anda.

Bagikan Artikel Ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.