Apakah Menghisap Payudara Bisa Tertular HIV?

apakah menghisap payudara bisa tertular HIV
demam, tenggorokan sakit, dan pusing kepala?

Pertama tama kita perlu bedakan menghisap payudara dan menyusui bayi. Lalu apakah menghisap payudara bisa tertular HIV?

Menghisap payudara memiliki risiko yang rendah untuk menyebabkan HIV. Namun, jika insiden menghisap payudara pada wanita pengidap HIV menyebabkan luka dan berdarah, virus HIV akan masuk ke tubuh penghisap lalu tertinggal dan darah penderita HIV bisa masuk ke aliran darah pasangannya. 

Selain itu, tindakan menghisap payudara dan menyusui itu berbeda. Menghisap payudara yang dilakukan oleh orang dewasa tidak menyebabkan HIV jika pasangannya tidak terinfeksi HIV dan kegiatan tersebut tidak menimbulkan luka. 

Sementara tindakan menyusui, bisa menyebabkan HIV jika ibu telah terinfeksi HIV. Mengapa demikian? Hal ini karena ASI merupakan cairan tubuh yang di dalamnya terdapat jaringan manusia. 

Infeksi HIV di antara perempuan dapat meningkat selama persalinan. Risiko penularan HIV dari ibu ke bayinya tetap ada. Meskipun demikian, ada pengurangan risiko yang cukup besar sebagai akibat dari antiretroviral sang ibu. 

Baca juga pertanyaan seputar HIV yang munkin pertanyaan Anda ada disini.


Demikian informasi mengenai apakah menghisap payudara bisa tertular HIV. Informasi yang dimuat dalam artikel ini diambil dari berbagai referensi website kesehatan.

Can I Get Hiv From Sucking On A Womens Breasts? Diakses dari https://www.ucsf-ahp.org/can-i-get-hiv-from-sucking-on-a-womens-breasts/ pada 13 September 2022

HIV Transmission Diakses dari https://www.thewellproject.org/hiv-information/hiv-transmission pada 13 September 2022

Bagikan Artikel Ini

Baca Artikel Terkait Lainnya

HIV stadium 4

Apa Bedanya HIV dan AIDS

Secara sederhana, perbedaan HIV dan AIDS itu sangat mudah. HIV merupakan sebuah virus, yang artinya bisa menyebar ke manusia-manusia lain seperti sifat virus pada umumnya.

luka lama sembuh

Apa Bisa Penularan HIV Melalui Luka?

Penularan HIV dapat terjadi melalui cairan dalam tubuh seperti darah, air mani dan cairan pra-mani, cairan rektal, cairan vagina, serta ASI. Sementara itu, penularan melalui